News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2009-12-09 
Dana Anggaran Alat Kesehatan Deteksi Paru RS dr. Soedomo Digelapkan Mantan Direktur
alat paru tidak pernah ada fungsinya
Trenggalek-analisapublik.com
Sejumlah dana dari Anggaran APBN tahun 2007 untuk Rumah Sakit Umum Trenggalek,dari total dana yang sudah dianggarkan sebesar Rp 11,4 Milyar,dari besaran dana itu ada sebagian dana untuk pengadaan alat deteksi paru di Rumah Sakit Umum Trenggalek dr. Soedomo sebesar Rp. 800.000.000,-(delapan ratus juta rupiah).
beberapa hasil investigasi/temuan kami pada pihak Rumah Sakit Umum Trenggalek dr. Soedomo banyak terjadi penyimpangan, Kenapa ? Pasalnya hingga dewasa ini sudah dua tahun perihal pengadaan alat deteksi paru tersebut, belum dan tidak dapat difungsionalkan.
Dari sejumlah hasil investigasi Team kami di Kab. Trenggalek, setelah dikonfirmasi adanya alat tersebut memang tidak ada (mangkarak-red). Di dalam spesifikasinya untuk alat deteksi paru, keberadaannya sangat tidak sesuai dengan pengajuan Rencana Anggaran Belanja, bahkan sama sekali tidak mempunyai atau tidak mengantongi ijin Operasional, kondisi alat atau barang yang disebut sebagai alat deteksi paru itu.
Setelah team investigasi diajak untuk ditunjukan oleh Kepala Tata Usaha Rumkit RSUD dr. Soedomo ternyata, kondisinya hanya seperti barang rongsokan yang tidak ada fungsinya sama sekali,.
Edy Wiyono sebagai KTU Rumkit Trenggalek berusaha menjelaskan pada team pencari fakta dari media group SNNEWS, dengan kepastian spesifikasi yang sebenar-nya, namun pihak (wartawan) terkejut saat melihat langsung keadaan barang atau alat kesehatan untuk paru, yang mana saat ditunjukan tidak lebih hanya barang yang tidak siap pakai. Sedangkan anggaran dan program itu sudah dua tahun yang lalu untuk pengadaannya, terkontaminasi, barang adalah bekas.
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved