News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-01-16 
Beras Ditarget Surplus
ANALISAPUBLIK.COM//-Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (DPPK) Tuban, Ir. Kusno Adiwijoto optimistis kebutuhan pangan tercukupi pada 2010. Menurut dia, produktivitas pangan Kabupaten Tuban termasuk tinggi sehingga kecil kemungkinan terjadi krisis pangan. Rata-rata produksi pangan, kata Kusno, mencapai 6,5 ton per hektare, sedangkan luas lahan tanam 74.900 hektare. Dari jumlah tersebut, hanya 2.637 hektare yang dinyatakan gagal panen. “Kita selalu mengalami surplus tiap tahun. Pada tahun 2009 surplus 7 persen lebih, melampaui target surplus nasional,” jelas Kusno Adiwijoto saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Mastrip, Kamis (14/1).
Surplus tersebut, lanjut Kusno, menjadi cadangan pangan saat musim paceklik seperti saat musim kering atau ketika bencana banjir melanda wilayah lumbung pangan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. “Jadi, meski saat musim kering ribuan hektar lahan nggak bisa ditanami, atau saat banjir menenggelamkan ratusan hektare sawah di DAS Bengawan Solo, kita masih punya cadangan pangan,” tambahnya.
Untuk tahun 2010 ini, kata Kusno, DPPK menargetkan produksi beras meningkat hingga 469.950 ton. Luas area tanam juga ditargetkan bertambah menjadi 75.000 hektare, dengan asumsi rata-rata produksi 6,5 ton per hektare. “Kalau kita mampu mencapai target produksi sebanyak itu, produksi beras kita akan mengalami surplus hingga 158 ribu ton tahun 2010 ini,” kata Kusno.
Sementara itu, harga beras terus naik sejak akhir tahun lalu. Setidaknya, sejumlah ibu rumah tangga di Kecamatan Tuban Kota mengatakan, harga beras IR 64 kualitas rendah yang biasa dikonsumsi keluarga menengah ke bawah itu kini mencapai Rp 6.000/kg. Padahal seminggu kemarin masih berkisar Rp 5.500/kg. “Setiap hari naik Rp 100 hingga Rp 150,” kata Kartini (41), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban Kota, Kamis (14/01).
Seingat Kartini, harga beras terus naik sejak liburan Natal dan Tahun Baru lalu. Saat itu, kata ibu empat anak ini, harga beras kualitas tersebut masih Rp 4.300/kg. Hal senada dikatakan Jumiyati (26), warga Kelurahan Kebonsari. Dia mengaku terpaksa mengurangi jumlah konsumsi beras lantaran harganya terus naik. Sehari, kata Jumiati, sedikitnya 1,5 kg beras dikonsumsi keluarganya. “Sekarang terpaksa hanya 1 kg yang kami makan. Duitnya nggak cukup,” katanya.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada beras kualitas rendah. Beras IR 64 kualitas sedang dan super turut naik. Suwarjo (35), pedagang beras asal Desa Gaji Kecamatan Kerek membenarkan jika harga beras terus mengalami kenaikan. “Kalau ditotal, sejak natal kemarin beras naik Rp 1.000/kg,” jelasnya.
Suwarjo memperkirakan, harga beras akan kembali stabil dua-tiga bulan mendatang saat daerah lumbung beras panen raya. “Semoga tidak terjadi bencana agar harga beras benar-benar bisa stabil,” kata Suwarjo.
Sementara itu, Kasubdin Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, membantah terjadi kenaikan harga beras. Menurut laporan yang masuk, katanya, harga beras masih stabil selama dua minggu terakhir. “Tak ada kenaikan. Beras IR 64 kualitas rendah Rp 5.500/kg, kualitas sedang Rp 5.800/kg, jenis Bengawan Rp 6.400/kg,” paparnya.
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved