News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-01-16 
Maraknya Kemewahan Sel Penjara di Lapas
Lapas Cipinang
ANALISAPUBLIK.COM//-Tak selamanya kemewahan sel penjara dapat dinikmati secara mudah. Bagi koruptor kelas kakap, uang memang tak masalah. Tapi bagaimana dengan narapidana yang mempunyai kantong pas-pasan. Satu sel dengan perampok, itu ancamannya.
"Jangan sebut nama suami saya. Kan dia belum bebas seratus persen. Takut ada apa-apa kalau dimuat namanya," ujar seorang istri narapidana yang minta dirahasiakan identitasnya saat dihubungi analisapublik.com, Sabtu, (16/1/2010).
Berawal dari permintaan tersebut, dia mulai berani berbicara tentang pungli di LP Cipinang. Untuk bisa mendapatkan kamar yang layak, tidak bercampur dengan penjahat, dia harus mengeluarkan uang Rp 100 juta. Pegawai lapas memberi keringanan pembayaran ala kredit barang rumah tangga. "Bisa dibayar cash atau dibayar setengah dulu. Sisanya, yang Rp 50 juta, dibayar nyicil," kisahnya.
Dengan uang segitu, jangan harap dapat fasilitas ala Ayin. Gepokan Rp 100 juta hanya untuk kamar pribadi dan kipas angin belaka. Tak ada AC, tak ada ruang karoke apalagi televisi. "Kalau mau fasilitas lagi, ya harus nambah uang," bebernya.
Apabila tak ada uang "siluman", siap-siap saja terpidana satu sel dengan perampok, maling atau bromocorah. Bagi penjahat kerah putih, itu adalah petaka terbesar. "Awalnya saya tidak mau, karena uang tersebut kan korupsi. Tapi setelah melihat suami saya semalam dengan mereka, saya kasihan. Mukanya pucat. Tidur di lantai. Sebagai istri, saya tidak tega suami saya satu sel dengan perampok," pungkasnya.
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved