News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-01-17 
GUBERNUR PERINTAHKAN KAPOLDA HENTIKAN DISTRIBUSI GULA KE LUAR JATIM
Saat dikonfirmasi di usai meresmikan PT Jamkrida Jatim, Jumat (15/1) Soekarwo menjelaskan, perintah itu telah disampaikannya pada Kapolda sejak Senin (11/1).
Surabaya-analisapublik.com-Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo memerintahkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Praktiknyo untuk lebih memperketat pengawasan distribusi gula ke luar Jatim. Gubernur yang akrab disapa Pakdhe Karwo ini menuturkan, dengan adanya pengamanan dari pihak Polda Jatim, maka minimal stok gula Jatim dapat didistribusikan untuk kab/kota di Jatim yang kekurangan stok gula.
"Memang surplus gula di Jatim sebagian untuk mencukupi kebutuhan nasional. Oleh sebab itu, agar kebutuhan gula di Jatim tercukupi, kami berkirim surat kepada Kapolda agar itu dihentikan," katanya.
Sementara itu, menanggapi desakan Komisi B DPRD Jatim agar Gubernur segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang tata niaga gula, Pakdhe menyatakan, pihaknya masih harus bertemu dengan beberapa pihak yang berkaitan langsung dengan produksi dan distribusi gula.
“Saya harus bertemu dulu dengan PTPN, pedagang gula, baik gula putih maupun gula rafinasi, dan asosiasi petani tebu. Ini menjadi upaya untuk jarring pendapat sebelum dibuatkan Pergub,” ujarnya. Setelah mendapat penjelasan dari berbagai elemen itu, lanjut Soekarwo, pihaknya baru akan mengeluarkan Pergub.
Menurutnya, untuk melakukan itu memang butuh proses dan waktu. “Kalau saya otoriter, maka kepastian kapan pergub dapat diselesaikan bisa saya pastikan. Ini kan negara demokrasi, jadi harus jarring pendapat dengan pemangku kepentingan,” katanya.
Soekarwo juga menegaskan, pihaknya sudah tidak bisa lagi menggelar operasi pasar untuk menekan harga gula yang sekarang sudah menyentuh level Rp 12.000,00 per kilogram. “Sudah tidak ada stok, apa yang mau digunakan untuk operasi pasar? Beda dengan bulan puasa tahun lalu, saat itu pedagang masih punya stok. Sekarang gudang pabrik gula sudah kosong,” katanya.
Perlu diketahui, saat ini harga gula di tingkat pengecer sudah mencapai Rp12-13 ribu per kilogram. Sedangkan sampai akhir 2009, gula di Jatim surplus 700 ribu ton. Namun, hingga kini persediaan gula tinggal 144 ribu ton. Jika diasumsikan kebutuhan gula di Jatim sebesar 50 ribu ton per bulan, maka persediaan tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan tiga bulan ke depan, padahal musim giling baru akan dimulai akhir Mei 2010.
Sementara itu, pemerintah juga kesulitan mendapatkan gula kristal putih dari luar negeri karena dua produsen gula, India dan Thailand juga mengalami krisis gula. Untuk itu, Pakdhe menambahkan, penghentian distribusi gula ke luar Jatim menjadi alternatif terbaik saat ini.

Impor
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan gula di sejumlah daerah yang beberapa waktu terakhir persediaannya menipis, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI segera mendatangkan 29.000 ton gula kristal putih.
Sekretaris Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi mengatakan, gula impor itu akan didatangkan perusahaan Kwee Gee Ltd yang memenangi tender pengadaan pada Selasa (12/1) dengan harga 776 dolar AS perton CIF (harga sampai di gudang pelabuhan importir).
PTPN XI sebagai salah satu perusahaan yang ditunjuk pemerintah dalam melaksanakan impor gula sebanyak 500.000 ton, sebenarnya mendapatkan kuota pengadaan sebanyak 103.000 ton. "Jumlah gula di pasar dunia yang sangat terbatas akibat kegagalan panen tebu di India, menjadi salah satu penyebab seretnya pasokan. Bahkan, harga gula impor saat ini juga sangat tinggi dibanding waktu normal," katanya.
Gula impor tersebut direncanakan tiba di Indonesia pada bulan Maret 2010 melalui beberapa pelabuhan tujuan, yakni Medan sebanyak 6.000 ton, Semarang 5.000 ton, Surabaya 15.000 ton, dan Palembang 3.000 ton.
"Impor terpaksa dilakukan karena produksi gula hasil penggilingan tebu tidak mampu menutup kebutuhan konsumsi langsung, akibat menyusutnya areal tebu rakyat dan perubahan iklim. Dari target produksi nasional 2,7 juta ton, hanya terealisasi sekitar 2,4 juta ton," tambah Adig.(*)

Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved