News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-01-17 
Panggilan 'Daeng' untuk Orang Bugis Terhormat Laela Zahra
Yusuf Kalla
Jakarta-analisapublik.com- Penyebutan kata 'Daeng' terhadap Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, oleh Anggota Pansus Hak Angket Bank Century Ruhut Sitompul, menuai protes. Penggunaan sebutan itu dinilai tidak tepat, dalam forum resmi. Apa sebetulnya makna kata 'Daeng'?.Kata 'Daeng' merupakan bahasa daerah Sulawesi Selatan, yang dalam bahasa Indonesia diartikan kakak lelaki. Sebutan 'Daeng' biasa digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua. Namun sebutan 'Daeng' memiliki makna berbeda bagi tiap suku daerah di Sulawesi Selatan.

Terdapat dua suku besar di daerah tersebut, suku Makassar dan Bugis. Bagi masyarakat Makassar, 'Daeng' merupakan kata panggilan untuk tiap orang lelaki maupun lelaki yang lebih tua usianya. "Kalau di Makassar, dia kepada semua laki-laki biasanya dipanggil 'Daeng', tukang becak pun dipanggil 'Daeng'," ujar anggota KPU Andi Nurpati terhadap wartawan ap dot com di Jakarta, Minggu (17/1).

Dia memjelaskan, sebagai masyarakat asli, sebutan 'Daeng' lain lagi maknanya bagi masyarakat suku Bugis. "Untuk suku Bugis, panggilan 'Daeng' untuk orang yang lebih dituakan, dan punya struktur keturunan bangsawan," papar Andi.

Untuk memanggil lelaki yang dituakan di suku Bugis, lanjut Andi, di atas sebutan 'Daeng' masih ada sebutan bagi lelaki yang dituakan namun derajatnya lebih dekat dengan keturunan Raja. Seperti anak lelaki raja disebut 'Puang'.

"Untuk orang itu seperti halnya ayah disebut dengan panggilan 'Datuk', dan raja untuk sebutan pimpinan kerajaan di suku tersebut," tutur Andi.

Kalau dia raja, ia melanjutkan, tidak boleh memanggil seseorang dengan sebutan 'Daeng'. "Jadi hati-hati menggunakan kata itu, kalau nggak tahu, itu berkaitan dengan starata keturunan bangsawan," tandas Andi.
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved