News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-01-17 
KPK Temukan Penyimpangan DAK Pendidikan
Di suatu kabupaten setiap sekolah penerima DAK bidang pendidikan diharuskan membayar.
analisapublik.com- Setelah melakukan kajian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan peyimpangan pemanfaatan dana dalam pelaksanaan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam bidang pendidikan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua bidang Pencegahan KPK M Jasin dalam jumpa pers di gedung KPK Jakarta, Jumat 15 Januari 2010.

"Penyimpangan terjadi antara lain dalam pembayaran jasa konsultan dan IMB," ujar Jasin. Jasin mencontohkan di suatu kabupaten setiap sekolah penerima DAK bidang pendidikan diharuskan membayar sebesar Rp3,3 juta untuk biaya konsultan, perencana dan pengawas.

Menurutnya bila dikalikan 138 sekolah yang mendapatkan DAK di kabupaten tersebut, jumlahnya mencapai Rp 455,4 juta.

KPK, kata Jasin, juga menemukan keterlambatan pencairan yang menyebabkan tersendatnya proses rehabilitasi. Selain itu, ada temuan lain yakni kurang tertibnya pencatatan aset yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dan berbagai potensi konflik kepentingan yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

"Saat ini kami masih mengedepankan pencegahan. Namun kalau terus menyimpang, tidak menutup kemungkinan proses hukum akan berjalan," pungkas Jasin.


Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved