News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-01-31 
RSUD Pacitan Berbisnis Infus
Dinas Kesehatan tutup mata
Pacitan-Analisapublik dot com
Rumah sakit yang begitu bagus untuk daerah Kabupaten Pacitan yang juga seharusnya menjadi contoh bagi daerah lainnya, karena pemimpin bangsa yang berasal dari daerah itu, justru memalukan bagi masyarakat.Padahal di negara kita sudah mempunyai Undang-undang yang harus dijalankan dan dilaksanakan oleh baik itu pejabat, kantor dan juga masyarakat umum. Dan apabila mereka melanggar tentunya akan diberi sangsi oleh pihak yang berwajib.Tetapi sungguh sangat disayangkan, karena masih ada yang belum tesentuh oleh hukum dari pihak pemerintahan yang terjadi di RSU Pacitan karena kebanyakan orang yang menjalani rawat inap di RSUD Kab. Pacitan mengeluh karena setelah pulang dari Rumah sakit masih membawa botol infus dari sisa perawatan. Tentu saja hal ini membuat pasien terutama keluarga harus menambah pengeluaran biaya yang harus dibayarkan kepada pihak RSUD Pacitan.
Rata-rata bekas pasien harus membawa botol infus yang masih utuh sebanyak 5 sampai 10 botol. Ketika kami konfirmasi dengan pasien yang beberapa minggu kemarin sedang dirawat di RSUD Pacitan yang mengalami sakit, ternyata harus membawa pulang botol infus yang masih utuh sebanyak 5 botol. Sedangkan mereka tidak tahu harus diapakan botol-botol itu. Bahkan dari keluarga pasien sempat menanyakan kepada petugas pihak RSUD Pacitan hanya ditanggapi dengan senyuman yang tanpa arti dari dokter tersebut. Sebetulnya pihak keluarga pasien ingin mengembalikan sisa infus itu, tapi dari pihak RSUD sendiri tidak mau tahu bahkan mereka menolak dan tidak mau menerima botol infus itu. Padahal seharusnya pihak rumah sakit bisa memberi ukuran berapa yang harus diperlukan untuk pasien. Apalagi obat yang harus ditebus oleh pasien juga kebanyakan tersisa.Padahal harga obat tentunya tidaklah murah untuk ditebusnya.Lanjutnya dari salah seorang keluarga pasien sempat berbincang-bincang sama kami mengenai sisa infus tersebut.
Apabila satu botol infus harganya Rp. 45.000 tentu kalau masih sisa 5 sampai 10 botol tentu akan membuang uang sebesar Rp.225.000 sampai Rp. 450.000 dan itu merupakan uang yang tidak sedikit lagi bagi keluarga pasien. Terlebih-lebih lagi bagi mereka orang yang tidak mampu yang harus menebus obat, dan juga biaya perawatan.Sampai saat ini kebanyakan Rumah sakit Pacitan selalu tertutup bila konfirmasi masalah-masalah yang ada di dalam lingkup Rumah sakit sendiri.(joko)
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved