News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-07-16 
Tembakau Obat HIV/AIDS
ANALISAPUBLIK.COM//-Mahasiswa Universitas Jember dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Yasmin Alissa, menulis sebuah karya ilmiah: tembakau berpotensi menjadi obat HIV/AIDS.Masih hipotetis, namun bisa dicoba untuk menjembatani nicotine war (perang nikotin) antara industri rokok dengan industri kesehatan.
Karya ilmiah ini sempat menyita perhatian Dewan Juri Pemilihan Mahasiswa Berprestasi. Kendati hanya menduduki peringkat ketiga, Yasmin telah berhasil membetot perhatian, di tengah kontroversi tembakau dan rokok.
Dalam pandangan Yasmin, tembakau bisa menjadi media pengembangan anti retroviral, yang disebut protein griffithsin atau Anti Retroviral Griffithsin (GFRT). Namun tidak semua tembakau dipakai. Justru tembakau yang terserang tobacco mosaic virus (TMV) yang bisa menjadi media memproduksi obat HIV.
"GFRT juga menurunkan aktivitas virus HIV secara terus-menerus, yang pada akhirnya mengakibatkan kematian virus HIV," kata Yasmin, sebagaimana dikutip Humas Universitas Jember, Jumat (16/7/2010).
Cara memproduksi GFRT ini adalah dengan jalan menginjeksikan gen alga merah yang menghasilkan griffithsin pada TMV berbentuk batang. TMV yang telah disuntik gen ini dicampur air dan disemprotkan ke tananaman tembakau yang sehat.
Tembakau yang terkena TMV akan layu. Daun tembakau berpenyakit inilah yang kemudian dipanen, dan diekstraksi untuk diambil griffithsin murninya.
"Jika produksi protein griffithsin ini bisa dikembangkan di Jember, maka petani tembakau akan memiliki alternatif memasarkan hasil panen tanaman tembakaunya. Apalagi, tembakau juga berpotensi dikembangkan menjadi tanaman obat bagi penyakit SARS, hepatitis, dan obat antikanker," kata Yasmin.
Persoalannya, produksi griffithsin memerlukan biaya sangat mahal. "Satu-satunya sumber griffithsin di alam adalah alga merah yang hanya ditemukan di pantai Selandia Baru, dan jumlahnya pun tak banyak," kata Yasmin. Selain itu, teknologi laboratorium untuk penginjeksian dan ekstraksi juga mahal.
Namun upaya untuk membangun teknologi ini harus ditempuh. "Saya berharap, tanaman tembakau nantinya dikenal sebagai tanaman obat, bukan lagi dikenal sebagai bahan pembuatan rokok. Petani pun bisa ikut merasakan dampak positifnya," kata Yasmin.(ram)
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved