News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-07-16 
Alasan Jangan Minum Obat dengan Sendok Biasa
ANALISAPUBLIK.COM//-Selama ini obat dalam bentuk sirup untuk anak atau dewasa, sering diberikan dengan menggunakan sendok teh atau sendok kecil. Hal ini ternyata berisiko menimbulkan overdosis obat pada anak.
Menurut penelitian tim dari Alfa Institute of Biomedical Sciences di Athena, Yunani, sendok teh memiliki beragam ukuran dari 2,5 ml hingga 7,5 ml. Jika memberikan obat dengan takaran sendok teh atau sendok lainnya, artinya anak-anak bisa mengonsumsi obat dengan dosis tidak akurat. Maka itu, sangat disarankan menggunakan sendok takar khusus dengan petunjuk ukuran untuk memberikan obat.
Orangtua juga juga harus berkonsultasi tentang kemasan obat untuk memastikan anak diberikan dosis yang tepat sesuai usia mereka. Tim meneliti 49 sendok teh yang dikumpulkan dari 25 rumah tangga.
Dari penelitian diketahui para orang tua menggunakan salah satu sendok teh terbesar untuk anak, akan memberikan 192 persen obat lebih banyak dibandingkan yang menggunakan sendok teh terkecil. Beberapa sendok ukurannya dua kali lebih besar dari yang lain.
Penelitian yang dipublikasi dalam International Journal of Clinical Practice, mengungkapkan, tidak hanya ada risiko overdosis, namun beberapa anak dapat diberikan obat-obatan dalam dosisi yang terlalu sedikit. Akibatnya, penyakit yang diderita bisa tak kunjung sembuh.
"Sendok teh dan sendok makan bukan peralatan yang tepat untuk menakar dosis obat. Keduanya dalam waktu dekat tidak akan direkomendasikan lagi," kata salah seorang peneliti, profesor Matthew Falagas, seperti dikutip dari Daily Mail.
"Kami menemukan variasi ukuran sendok di banyak rumah tangga. Dosis dan pemberian obat untuk anak-anak berbeda dari orang dewasa. Para dokter anak perlu menyesuaikan dengan umur dan berat badan. Hal ini memang membuat anak-anak dianggap lebih rentan terhadap kesalahan dosis daripada orang dewasa," katanya menambahkan.(*)
Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved