News Flash :

ikuti dan baca tentang penggelapan dana pengadaan Komputer oleh oknum Dinas Lamongan pada tanggal 1 September 2010

HUBUNGAN BILATERIAL INDONESIA - MALAYSIA MEMANAS

PELANTIKAN WALIKOTA SURABAYA DILAKSANAKAN SETELAH LEBARAN

AWAS PENIPUAN GENDAM

Propam Polda Jatim Tangani Kasus Penembakan Marinir Secara Terbuka

Busyro dan Bambang Calon Ketua KPK

Walikota Jambi Dituntut TegasDalam Kasus Narkoba

Peresmian RS BDH Diresmikan Tanpa Perda

Pengedar Video Porno di tangkap Kepolisian Surabaya

pengusaha Perumahan Kemplang Uang Pasutri Kediri,dengan dalih memberi jaminan Cek Kosong

korban dari pelayanan Dokter Lamongan,Minta ganti rugi akibat ke butaannya

Polisi Temukan siapa pengunduh Video Ariel,

UPTD Dinas Perhubungan Kota Surabaya lakukan Pelanggaran Proses Uji Kir

Penangkapan Tukang pakir di harapkan jangan tebang pilih,dalam satu lokasi. harusnya penegak hukum bertindak Kooperatif

pengurus Taman Bungkul Sby.meminta agar kinerja Satpol PP Kooperaktif

 

menu.jpg
2010-07-22 
Ribuan Siswa SMP/MTs di Purwakarta tak Bisa Melanjutkan ke SMA
BERITA METRO, PURWAKARTA (ilustrasi Logogo Pendidikan)
Purwakarta-analisapublik.com
Sekitar 2.543 siswa/siswi lulusan SMP/MTs tahun ajaran 2009/2010 di Kabupaten Purwakarta tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.Angka tidak melanjutkan sekolah ke SMA/SMK/MA yang begitu besar itu belum diketahui penyebabnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Disdikpora Purwakarta jumlah siswa/siswi lulusan SMP/MTs di Kabupaten Purwakarta sebanyak 13.235 yang berasal dari lulusan SMP 10.604 dan MTS 2.631. Sedangkan siswa yang dipastikan diterima di SMA sebanyak 4.032 dan SMK 6.377 siswa serta MA sebanyak 469. Jadi terdapat selisih antara jumlah lulusan SMP/MTS dengan yang melanjutkan ke SMA/SMK/MA sebanyak 2.543 siswa.

Salah seorang guru sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta, Mohammad Jamil, S.Ag mengakui sekarang ini terjadi penurunan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Dikatakannya, dari jumlah kuota yang telah ditentukan Disdikpora sebanyak 12.000 siswa, jumlah siswa yang mendaftarkan ke SMA/SMK/MA itu sebanyak kurang lebih 11.000.

"Jadi banyak sekolah-sekolah di Kabupaten Purwakarta yang mengalami penurunan dalam menampung siswanya," kata Jamil belum lama ini pada wartawan.
Ia mencontohkan, di SMA PGRI 3 dari jumlah kuota yang ditentukan sebanyak enam kelas (satu kelas 32 siswa) yang mendaftar ke sekolah tersebut hanya untuk tiga kelas. Demikian pula, sekolah-sekolah lain seperti SMAN Pasawahan, dari delapan kelas yang dialokasikan hanya lima kelas yang terisi.

"Saya sebagai pengajar jadi ikut bingung, kenapa orang tua sekarang ini enggan menyekolahkan anaknya yang lulus SMP/MTs ke SMA/SMK/MA," katanya.

Pihaknya mengharapkan pemerintah daerah ataupun Disdikpora Kabupaten Purwakarta mencari solusi guna mengatasi masalah pendidikan.
Namun demikian, pihaknya menduga keengganan orang tua menyekolahkan anaknya ke SMA/SMK/MA itu dilatari motif ekonomi.

"Mudah-mudahan dengan adanya permasalahan ini, pemerintah daerah dapat mencarikan solusi dalam mengatasinya," ucap Jamil.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, Jaenurizal kepada wartawan, mengatakan angka tidak melanjutkan sekolah ke SMA/SMK/MA yang terjadi masih memerlukan penelaahan yang mendalam. Pasalnya, selama masa orientasi siswa (MOS) sekolah masih diperkenankan menerima siswa baru sampai tanggal 31 Agustus 2010.(TOM)

Untitled Document
   :: Baca Juga   
:: Home | Kontak Kami   

Copyright © 2009 analisapublik.com All Right Reserved