Petani Bawang Menjerit Akibat Serangan Hama Dan Harga Jual Turun Drastis

  • Bagikan

AnalisaPublik.com | Kediri, Musim panen raya bawang merah kali ini, tidak menguntungkan bagi petani di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Pasalnya, hektaran tanaman bawang merah petani terancam gagal panen, akibat diserang ulat grayak.

Ulat grayak ini menyerang dan memakan daun bawang merah, sehingga daunnya layu. Dan jika daunnya layu dan mengering, maka ulat grayak ini turun ke buah Untuk menyerap sari-sari tanaman bawang merah.

Syaumal Abidin salah-satu petani Desa Paron mengaku, dari lahannya seluas 1400 persegi hanya mampu memanen 7 kwintal lebih, akibat diserang ulat grayak. Padahal jika dalam kondisi normal, dari lahan 1400 mampu menghasilkan 2 ton bawang merah.

“Saya terpaksa memanen lebih cepat, dengan resiko tanaman bawang merahnya kecil-kecil. karena jika tidak segera dipanen, justru akan merugi lebih besar.” Kata Syaumal Abidin, petani bawang merah saat ditemui usai memanen bawang merah nya di sawah, Rabu (1/9/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh Waras, petani bawang merah. Kondisi petani saat ini sangat kesusahan. Selain diserang ulat grayak, juga saat ini harga bawang merah anjlok.

“Tanaman bawang merah saya seluas sekitar 100 ru hampir mati karena diserang ulat grayak. Apalagi saat ini harga bawang merah saat ini juga sedang turun,” kata Waras.

Waras menambahkan, untuk menanam bawang merah di lahan seluas 100 ru harus mengeluarkan biaya Rp 7 juta. Bila harga normal dan tanaman bagus, harga jual hasil panen bisa mencapai Rp 15 juta.

“Namun harga bawang merah saat ini hanya berkisar antara Rp 6.000 sampai Rp 8.000. Sebelumnya, harga bisa mencapai Rp 13 ribu sampai Rp15 ribu/kg.” Tutup Waras.

Para petani berharap segera ada tindakan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait, agar para petani tidak semakin merugi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo menjelaskan, pihaknya akan dikonfirmasikan ke Desa Paron.

“Siap, terima kasih infonya, saya akan segera tugaskan anak buah kami ke Desa Paron untuk mengkonfirmasi permasalahan tersebut ke Desa Paron,” kata Anang singkat melalui pesan lewat aplikasi Whatsapp.(pan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *