Dinkes Kabupaten Tulungagung Gelar Vaksinasi COVID 19 Sejuta Telur Untuk Lansia

  • Bagikan

ANALISAPUBLIK.COM | Tulungagung – Dalam rangka rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke 57 yang diperingati setiap tanggal 12 November, dengan Tema Sehat Negeriku – Tumbuh Indonesiaku. Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung didukung Organisasi Profesi Kesehatan dan Lintas Sektor menyelenggarakan Gebyar Vaksinasi Sejuta Telur untuk Lansia yang bertempat di Balai Desa Pulosari Kecamatan Ngunut mulai pukul 08.00 WIB, Selasa (19/10/2021)

Kegiatan Gebyar Vaksinasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS, Kepala Desa Pulosari Hari Cahyono, Camat Ngunut Sutrisno, S.Sos, M.Si bersama Forkopimcam Ngunut.

Hadir juga Perwakilan Organisasi Profesi (IDI, IIDI, PDGI, PPNI, IBI, Persakmi, PTGMI, HAKLI, Patelki, Persagi), Asosiasi Rumah Sakit, Asosiasi Klinik, Perwakilan TP PKK Kabupaten Tulungagung dan Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS menyampaikan, pemberian telur ini sebagai insentif kepada lansia agar mau mengakses layanan vaksinasi Covid-19, diiharapkan dengan bingkisan 1 Paket Telur (10 Butir) ini bisa meningkatkan pencapaian vaksinasi kelompok lansia.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini cakupan vaksinasi Lansia dapat mencapai target dan Kabupaten Tulungagung dapat turun ke Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Hingga saat ini pencapaian Vaksiansi Lansia masih 28 persen dari 12.000 sasaran, atau minimal mencapai minimal 40 persen yang ditetapkan selama seminggu.
“Seperti hasil rapat forkopimda, salah satu upayanya adalah mendekatkan layanan di desa-desa yang lansianya tinggal sedikit bisa di dekatkan ke dusun terdekat atau door to door, “ujar dr. Kasil Rokhmad.

Adapun kendala yang menghambat program vaksinasi untuk lansia ini adalah adanya komorbit dan kemauan dari masyarakat itu sendiri.

Dengan adanya program pembagian jutaan telur ini merupakan wujud kepedulian pada peternak ayam yang saat ini terancam gulung tikar karena harga telur rendah dan pakan terus mengalami kenaikan. Pembagian telur juga sekalian membantu peternak yang akhir-akhir ini harganya turun drastis,” pungkasnya.

(Endi S)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks