Sosialisasikan Cara Ekspor Kepada Pelaku UMKM,Di Saat Masa Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

  • Bagikan

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri,dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terutama bagi pelaku usaha dan dalam memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19

Kali ini Bertempat di Hotel Grand Surya,melalui  Disperdagin Kota Kediri menggelar sosialisasi perundang-undangan dan tata cara  ekspor kurang lebih diikuti sekitar 50 peserta pelaku bisnis dari berbagai jenis usaha.senin(25/10)

Tidak hanya sekedar menggerakkan  perdagangan, namun juga memberi perlindungan hak konsumen berkaitan dengan validitas berat barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

Dalam acara tersebut pelaku usaha diberikan wawasan tentang aturan  perdagangan ke luar negeri. Hal ini untuk memperluas cakupan pemasaran sehingga tidak hanya mengandalkan pasar dalam negeri.

 Tanto Wijohari selaku Kepala Disperindagin menyampiakan pada sambutanya”bahwa acara tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha, serta mendorong para IKM  tidak hanya menjual dalam negeri namun bisa ke luar negeri.

“Kita lihat tadi para pelaku usaha sudah siap untuk mengekspor produknya, makanya kita berikan sosialisasi dan aturan agar produknya bisa lolos standarisasi  ekspor”ucapnya kembali.

Tanto menambahkan”yang paling penting juga  IKM juga   harus mengerti dalam penyusunan dokumen  ekspor  impor,dengan pengarahan ini diharapkan omset dari para pelaku usaha ini meningkat. Pemerintah  Kota Kediri juga terbuka akan melakukan pendampingan bagi pelaku  IKM  terutama dalam hal  bentuk perdagangan”.

Dalam sosialisasi tersebut peserta mendapat pengarahan dari Export Center Surabaya dan Kantor Bea Cukai terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) Ekspor Impor.

Sementara itu, Ardi Prasetiawan bidang standarisasi produk Export Center Surabaya mengatakan, produk-produk di  Kota Kediri memiliki potensial  ekspor  yang cukup besar namun juga butuh pengembangan kreativitas dari pelaku  IKM.

“Kalau produknya punya potensi besar untuk di  keluar  semisal batik, tapi tidak hanya begitu saja namun juga butuh dikembangkan seperti home decoration jadi inovasi lebih banyak,” jelasnya.

Sedangkan untuk produk makanan, Ardi menambahkan orientasi ekspornya cukup besar namun standar-standarnya harus dibenahi lebih baik lagi.

“Kalau makanan standarnya harus lebih baik lagi, dan sesuai dengan negara tujuan . Selama ini kelemahannya adalah bagaimana untuk mencukupi standar sertifikasi yang disyaratkan di negara tujuan  seperti standar keamanan pangan dunia yang disebut HACCP,” imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi perundang-undangan terkait  ekspulor impor ini mampu mendongkrak pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha kecil agar bisa berkembang.(pan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks