Dinas Ketahanan Pangan Salurkan Bantuan Pangan Intervensi KK Kurang Beruntung

  • Bagikan

ANALISAPUBLIK.COM | Tulungagung – Situasi pandemi Covid -19 masih menjadi masalah bagi semua pihak terutama masyarakat kurang mampu, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak pandemi covid-19, Dinas Ketahanan Pangan bersama DPRD Tulungagung menyalurkan bantuan Intervensi KK Kurang Beruntung Dalam Penanganan Kerawanan Pangan Kewenangan, pada dua desa di kecamatan Pakel pada Rabu (10/11/21).

Hadir dalam kegiatan yang bertempat di Balai desa Pecuk tersebut, anggota DPRD Tulungagung Komisi B, H. Ali Masrub, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Usmalik, M.Si, Noor Erliani Kabid Ketersediaan Pangan, Sekretaris Kecamatan Pakel, kepala desa Pecuk Muanam, Babinkantibmas, Babinsa serta ke -70 warga penerima bantuan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Ir. Usmalik, M.Si mengatakan bahwa, hakekatnya pangan adalah suatu hal yang strategis diupayakan karena kebutuhan pangan tidak bisa ditunda dan setiap saat harus dicukupi, kemudian siapa yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan pangan ini salah satunya adalah pemerintah. “Berdasarkan usulan desa dan anggota DPRD akan ketersediaan pangan ini kami jadikan program untuk memberikan kebutuhan pokok kepada masyarakat”, terangnya.

Dikatakan juga oleh pria mantan Kabag Pemerintahan Setda kabupaten Tulungagung, pembagian bantuan pada 2021 ini tercatat terdapat 6 kecamatan, 17 desa/kelurahan dan 1230 KK calon penerima.
“Pemberian bahan pangan ini hanya bersifat bantuan, dan bantuan tersebut belum tentu sesuai dengan harapan penerima”, tambahnya.

Saat ditanya terkait ketersediaan pangan 2021, Usmalik mengatakan bahwa 2021 ini Tulungagumg mengalami surplus bahan pangan sehingga sampai pada akhir tahun Tulungagung masih bisa mencukupi kebutuhan pangan walaupun saat ini terdapat perubahan cuaca yang mana ada beberapa jenis tanaman yang tidak bisa ditanam, seperti tanaman kedelai yang saat ini susah unuk dibudayakan, kalaupun bisa hasilnya masih dalam memenuhi kebutuhan industri.

Sementara itu Kabid Ketersediaan Pangan Noor Erliani menjelaskan bahwa penerima bantuan di dua desa ini masing-masing 70 KK diluar mereka yang sudah menerima bantuan di desa baik itu BLT maupun PKH, yang diantaranya mendapat bantuan berupa 10 kg beras, 4kg gula pasir, kecap manis, dan 2 kg minyak goreng.
“Mengingat masih dalam masa pandemi Covid 19, kegiatan pada masing – masing desa ini kami batasi atau kami bagi menjadi dua sesi karena guna menerapkan protokol kesehatan”,ucapnya.

Kemudian dalam kesempatannya alam sambutannya H. Ali Masrub mengatakan bahwa kami bersama pemerintah mengusulkan bantuan pangan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah bagi masyarakat yang terdampak Covid-19″,pungkasnya.
( Endi S )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks