Giliran Desa Gagang Kepuhsari Mendapat Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal

  • Bagikan

ANALISAPUBLIK. COM | Sidoarjo -Kecamatan Balong bendo dalam hal ini Desa Gagang Kepuhsari mendapat giliran Sosialisasi Pemberantasan Rokok ilegal dari Bea Cukai Sidoarjo bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika di Pendopo Kantor Desa, Selasa (2/11).

Kurang lebih ada 80 orang peserta yang hadir berdasarkan undangan yang di undang untuk menghadiri acara tersebut. Dan acara dibuka langsung oleh Kades setempat yakni H. Mustofa.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pelaporan kegiatan yang disampaikan oleh Pujii Hartini, S.Sos sebagai Pengelola Kegiatan Seksi Layanan Informasi Publik Dinas Kominfo.

Lalu dilanjutkan oleh Satriyo Herlambang sebagai Pelaksana penindakan dan penyidikan dari Bea Cukai mengatakan bahwa cukai adalah  pungutan negara atau lebih dikenal dengan banderol yang dilekatkan di kemasan (sambil menunjukan beberapa contoh rokok ilegal atau palsu),’ katanya.

Masih Satriyo, ada barang-barang tertentu yang dikenakan cukai yakni barang yang memiliki 4 kwalifikasi, diantaranya konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, berdampak negatif pada pemakainya, pemakainya dibebani pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan,` terangnya.

Satriyo juga menambahkan rokok ilegal adalah rokok yang diproduksi tidak sesuai dengan ketentuan di bidang cukai yakni pertama tidak memiliki izin,  kedua yakni barang yang dipasarkan tidak sesuai dengan ketentuan di bidang cukai. Produksi rokok tanpa izin dikenai tindak pidana dan sanksi adminastrasi. Setiap orang yang tanpa izin tidak memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC)  menjalankan kegiatan pabrik rokok akan dikenakan tindak pidana penjara paling singkat 1 tahun dan  paling lama 5 tahun dengan pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,’ tegasnya.

Sedangkan Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sidoarjo Ari Dwiyono  menambahkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2021  banyak digunakan untuk berbagai kegiatan yakni melakukan pembinaan industri, melakukan pembinaan lingkungan sosial, membiayai program peningkatan kualitas bahan baku, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, pemberantasan barang kena cukai ilegal. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 206/PMK.07/2020,` imbuhnya.

Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi yakni  untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rokok ilegal agar masyarakat bisa memilih dan memilah mana rokok legal dan mana rokok ilegal. Selain itu kegiatan sosialisasi juga bertujuan untuk mengendalikan dan memberantas rokok ilegal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,` jelasnya.

Sementra itu, Muhammad Hisyam bagian pembinaan, pengawasan dan penyuluham Satpol PP menambahkan bahwa kita hanya melakukan hal diatas semata-mata hanya melaksanakan peraturan yang ada dan kita melaksanakan tugas berdasarkan peraturan. Kerja kita penegak peraturan yang ada dikabupaten sidoarjo,’ pungkasnya. (Heri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks