Jazz Brantas #2 Jadi Contoh Bangkitkan Industri Kreatif di Tengah Pandemi

  • Bagikan

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Jazz Brantas #2 sukses mengobati rindu pecinta musik jazz,bertempat di Taman Brantas. Meskipun digelar secara virtual hal tersebut tidak mengurangi antusias masyarakat. Penampilan musisi muda Indonesia Ardhito Pramono dan beberapa bintang jazz berhasil menyedot perhatian masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang bergabung dalam kanal YouTube Abdullah Abu Bakar.sabtu(6/11)malam.

Ardhito Pramono membawakan beberapa karyanya yang populer. Diantaranya, Say Hello, Fine Today, 925, Sudah, I Just Couldn’t Save You Tonight, Superstar hingga Bitterlove. Tak hanya Ardhito Pramnono, Jazz Brantas #2 juga dimeriahkan musisi jazz internasional Kuba Skowronski, Mike Delfero, Alexsender, Olaf Keus, Nita Artsen, Cicilia, dan Michael Ananda.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menuturkan Jazz Brantas #2 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab tahun ini Jazz Brantas digelar di tengah pandemi sehingga diselenggarakan secara virtual. Di tempat acara pun undangan juga sangat dibatasi dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Masa pandemi ini kita tidak boleh hanya menerima saja namun harus mencari cara untuk terus bangkit. Ya salah satunya Jazz Brantas #2 ini yang kita adakan secara virtual. Ini sebagai contoh bagaimana kita bisa melakukan pertunjukan musik di tengah pandemi,” ujarnya.

Jazz Brantas #2 ini sebagai salah satu upaya untuk terus membangkitkan industri kreatif di Kota Kediri. Dari industri kreatif ini lah diharapkan ekonomi di Kota Kediri bisa terus digerakkan. Selama pandemi sektor industri kreatif mengalami penurunan akibat ekonomi yang terkontraksi. Hal tersebut tidak boleh berlarut, industri kreatif harus terus tumbuh untuk mendorong ekonomi kreatif. “Waktu beberapa bulan lalu Jazz Brantas ini menjadi diskusi yang sangat panjang apakah kita mengadakan Jazz Brantas lagi atau tidak. Tapi karena kita melihat trend kemarin cukup baik dan kita bisa bertahan di level 1 ini ya kita selenggarakan. Saya yakin dengan kegiatan seperti ini kita bisa memutar perekonomian dan industri kreatif ke depan bisa tetap hidup. Paling penting kita harus terus bisa menjaga di level 1,” jelas Abdullah Abu Bakar.

Tidak hanya untuk membangkitkan industri kreatif, Jazz Brantas diharapkan menjadi event tahunan yang menarik banya orang ke Kota Kediri. Apalagi akan ada tol dan bandara di Kediri, sehingga akses menuju Kota Kediri semakin lebih mudah. “Adanya Jazz Brantas ini setidaknya kita bisa punya event yang keren yang nanti semua orang bisa duduk bersama di sini menikmati musik jazz. Semoga kita bisa terus mengadakan acara ini secara kontinu dan lebih asyik lagi. Sehingga acara ini menjadi tonggak sejarah bagi Kota Kediri,” pungkasnya.

Helatan Jazz Brantas #2 yang diselenggarakan di Taman Brantas Kota Kediri dihadiri oleh undangan terbatas. Undangan yang hadir Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri Sunaryo, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, asisten, Kepala OPD terkait, dan penggiat media sosial. Acara ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.(pan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks