KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA KEDIRI BERSAMA MAS BUPATI KEDIRI MELAUNCHING QRIS DI KAMPUNG INGGRIS PARE

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri bersama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana me-launching penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di
Kampung Inggris Pare (22/11).

Untuk diketahui, Kampung Inggris Pare merupakan ikon di Kabupaten Kediri.Tempat ini sudah dikenal sebagai rujukan wisata edukasi bahasa Inggris di tingkat nasional maupun negara tetangga.

Acara launching digelar di lembaga kursus pendiri Kampung Inggris, Muhammad Kalend
Osen, di Basic English Course (BEC), Dusun Singgahan, Desa Pelem,Kecamatan Pare,Kabupaten Kediri.

Hadir pada kegiatan ini anggota Komisi XI DPR-RI Komisi, M. Sarmuji secara daring,Deputi Kepala
Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis,Ketua DPRD Kabupaten Kediri, para pelaku UMKM dan Forum Komunikasi Bahasa (FKB), serta Mas Bup– sapaan akrab Bupati Kediri.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kediri atau biasa di sapa mas Dhito menyatakan bahwa Pemkab Kediri berkomitmen mendukung penuh pembangunan Kampung Inggris sebagai ikon Kabupaten Kediri. Apalagi dengan launching pengunaan QRIS, ia berharap, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada pelaku UMKM maupun lembaga bahasa dan nantinya pada tahun 2022 rencananya akan dimulai penataan melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), dan akan terus berbenah pada tahun tahun selanjutnya.

Pada Desember nanti Kampung Inggris Pare akan kedatangan 4.000 pengunjung dari luar daerah yang diharapkan mampu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan Kampung Inggris sebagai destinasi wisata edukasi yang didukung transaksi digital.

Secara terpisah, Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan, launching pengunaan QRIS ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM pada segala transaksi pembayarannya secara digital. Wihujeng menyampaikan QRIS merupakan inovasi digitalisasi sistem pembayaran yang diharapkan membuat transaksi jadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal.Transaksi menggunakan QRIS juga menjadi salah satu upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19.Selain itu,juga membantu agar perekonomian terus berjalan di tengah pembatasan yang diberlakukan.Penggunaan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik dan memenuhi protokol social distancing. “Tak hanya pelaku UMKM, QRIS ini juga telah dimanfaatkan oleh para lembaga bahasa di Kampung Inggris,” tambahnya.

Selain itu, transaksi menggunakan QRIS dapat dilakukan melalui Bank HIMBARA seperti BRI dan BNI, Bank Jatim, serta aplikasi dompet digital seperti OVO.

Setelah launching, Mas Dhito bersama Deputi KPw BI Kediri mengunjungi stand UMKM dan bertransaksi dengan QRIS. Hal ini untuk memastikan kesiapan pelaku UMKM dalam menggunakan transaksi secara digital.

Kegiatan-kegiatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam hal digitalisasi dan pengembangan UMKM, pengendalian inflasi, layanan sistem pembayaran, dan upaya pemulihan ekonomi dapat dilihat dengan mengikuti akun Instagram @bank_indonesia_kediri dan Youtube Channel Bank Indonesia Kediri.(pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks