Gerak Cepat Mas Dhito Bangun Kabupaten Kediri di Tengah Pandemi

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Tahun 2021, menjadi titik awal Kabupaten Kediri untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19 dibawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramono. Bupati yang dilantik 26 Februari 2021 itu, berusaha melaksanakan program pembangunan ditengah kondisi yang terbatas.

Sepuluh bulan menjabat, satu persatu program kerja yang menjadi visi misi kepemimpinan bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu telah direalisasikan. Mulai dari program untuk menggenjot bangkitnya perekonomian akibat pandemi sampai pembangunan infrastruktur.

  1. Pemberdayaan UMKM
    UMKM sebagai penggerak sektor ekonomi di masa pandemi mendapatkan perhatian khusus. Mulai dari percepatan pengurusan perizinan, sampai pendampingan bagi pelaku UMKM supaya lebih berdaya saing.

Untuk mendorong percepatan perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan jemput bola keliling kecamatan. Melalui aplikasi Online Single Submission ( OSS ) petugas melakukan pendampingan bagi pelaku usaha yang akan melakukan pengurusan perizinan.

Kemudian, Mas Dhito meresmikan gerai rumah inkubasi UMKM di Kecamatan Papar dan Pare. Gerai rumah inkubasi UMKM ini diharapkan bisa meningkatkan kapabilitas UMKM dalam rangka mewujudkan UMKM naik kelas. Hal itu sebagai penguat untuk melangkah UMKM Kabupaten Kediri tembus pasar eksport.

  1. Perbaikan Layanan Publik
    Pelayanan pengurusan admintrasi kependudukan (adminduk) seperti KTP, KK, Akta Kelahiran yang sebelumnya lama dan dikeluhkan warga, selama kepemimpinan Mas Dhito dipercepat melalui program satu hari jadi lebih dekat atau yang disingkat Sahaja Lekat, dan Sahaja Online.
  2. Jumat Ngopi
    Jumat Ngopi (Ngobrol Persoalan dan Solusi) merupakan wadah yang dijadikan Mas Dhito untuk menyerap aspirasi warga Kabupaten Kediri. Warga bisa menyampaikan aspirasinya baik itu persoalan yang ada di daerah kepada bupati secara langsung untuk dicarikan solusi, saat itu juga. Acara yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati itu telah banyak memberikan manfaat bagi warga.
  3. Halo Mas Bup
    Mas Dhito dalam kepemimpinannya meluncurkan aplikasi Halo Mas Bup. Aplikasi ini merupakan sistem laporan yang dibuat untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Kediri berkomunikasi dengan pemerintah termasuk kaitannya dengan masalah di daerah.
  4. Bisyaroh
    Pertama kali di Kabupaten Kediri, di bawah pemerintahan Mas Dhito guru pendidikan agama non formal mendapatkan bisyaroh atau bantuan insentif dari pemerintah daerah. Tahun 2021 ini, ada 7.730 guru mendapatkan insentif sebesar Rp100 ribu tiap bulannya.

Selain itu, insentif diberikan pula untuk 6.171 GTT/PTT Kabupaten Kediri. Tahun 2021 ini Pemkab Kediri mengucurkan insentif bagi GTT/PTT dengan besaran Rp100 ribu untuk GTT Paud, dan Rp200 ribu untuk GTT/PTT tingkat SD-SMP.

Pemberian insentif itu sebagai komitmen Mas Dhito untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kediri. Untuk itu, kesejahteraan guru agama non formal dan guru honorer harus diperhatikan.

  1. Reformasi Birokrasi
    Sistem transaksi keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diubah melalui sistem tansaksi non tunai (TNT). Digitalisasi sistem pembayaran ini menjadi kebijakan Mas Dhito untuk pencegahan tindak pidana korupsi dan mewujudkan tertib administrasi pengelolaan kas.

Selain melalui digitalisasi sistem pembayaran itu, Mas Dhito juga melakukan sidak ke lapangan untuk memberantas aksi pungli. Bahkan, dua bulan menjabat Mas Dhito berhasil menemukan aksi pungli seorang camat yang meminta jatah uang tunjangan hari raya (THR) ke desa-desa.

Camat itu pun diberi saksi dipindahtugaskan dalam rangka penurunan jabatan satu tingkat lebih rendah. Selain itu, dilakukan pula sidak parkir liar di lingkungan Pemkab Kediri. Sebagai bentuk kebijaksanaan Mas Dhito, petugas parkir yang diminta berhenti melakukan pungutan liar itu, sebagai gantinya diberi pekerjaan sebagai petugas kebersihan.

Kemudian, terkait pemerintahan desa, dalam hal pengisian perangkat desa, Mas Dhito mengeluarkan Perbup Nomor 48 Tahun 2021. Dalam perbub itu diatur pengisian perangkat desa dikembalikan menjadi kewenangan kepala desa.

Pun demikian, Pemkab Kediri mempunyai fungsi monitoring dan evaluasi. Seiring berjalannya aturan itu, Mas Dhito mengeluarkan larangan keras jual beli jabatan perangkat termasuk penindakan dugaan kecurangan seleksi perangkat dengan melakukan ujian ulang.

  1. Infrastruktur
    Pemerintah Kabupaten Kediri dibawah kepemimpinan Mas Dhito memiliki komitmen serius untuk membangun infrastruktur serta menyelesaikan persoalan kerusakan jalan. Bahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kediri tahun 2021-2026, telah ditargetkan 89-90 persen jalan harus dijaga dalam kondisi baik.

Kebijakan Mas Dhito dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan mendapat apresiasi pemerintah pusat. Pemkab Kediri mendapatkan penghargaan sebagai juara dua kategori pemerintah kabupaten atas kinerja pemerintah daerah bidang kebinamargaan dalam penyelenggaraan jalan.

Penghargaan diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka Hari Jalan 2021. Atas penghargaan yang diterima, Pemkab Kediri menerima reward berupa program pembangunan jembatan gantung senilai kurang lebih Rp6 miliar.

8.Genjot Vaksinasi Covid-19

Selain program-program yang disampaikan di atas, selama pandemi Covid -19 hampir dua tahun ini Mas Dhito terus mendorong pelaksanaan vaksinasi. Setelah berhasil mendorong vaksinasi hingga menembus batas minimal 70 persen dosis pertama umum dan 60 persen untuk lansia, Kabupaten Kediri masuk PPKM level 1.

Dalam penanganan pandemi Covid -19, Mas Dhito menggunakan konsep 3T yakni Tatag, Teteg dan Tutug sebagaimana yang menjadi motto dalam kepemimpinannya. Tatag artinya berani menghadapi pandemi dengan menggunakan masker dan berani vaksin.Teteg yang diartikan konsekuen atau teguh dalam menghadapi pandemi. Tutug berarti tuntas dalam menangani pandemi.(pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks