Kekosongan Jabatan Perangkat Desa Jadi Peluang Pemuda Desa

Para Panitia Ujian Tes Tulis,Camat,TNI,Polri dan Peserta Ujian Tes Tulis

ANALISAPUBLIK.COM LAMONGAN – Maraknya pengisihan jabatan perangkat desa dalam tahun ini di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan adalah sebuah fenomena yang sangat Positif sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang patut mendapat perhatian publik. Karena, perangkat desa dalam hal ini bersama dengan Kepala Desa merupakan Pemerintah Desa yang bertugas menjalankan tugas penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Hal itu berarti bahwa  keberadaan Perangkat Desa adalah sangat penting bagi terwujudnya tujuan dari pengaturan desa.

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa poin yang dimaksud sebagai tujuan pengaturan Desa yang sangat terkait dengan eksistensi perangkat desa. Hal tersebut jelas diatur dalam Pasal 4 UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, antara lain adalah (1) Membentuk Pemerintahan Desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab
(2) meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum.Selasa(21/12/21).

Pengisihan Kekosongan jabatan didesa Karangrejo,tahapan dan seleksi telah dilaluai oleh para peserta warga desa Karangrejo Ada empat peserta tiga laki – laki satu perempuan,pada hari ini  para peserta akan melakukan Ujian Seleksi ahir yaitu Ujian tulis,Dalam seleksi ini, hadir Camat Karanggeneng Kepala Desa beserta sebagian perangkat desa, Ketua BPD, Tim Pengisian, Linmas dan Satuan pamong praja kantor Kecamatan Karanggeneng.

Sebelum pelaksanaan ujian, Tim pengisian melakukan kroscek atas kehadiran peserta. Pengarahan singkat disampaikan oleh tim pengisian perangkat desa. Kepala Desa yang diwakili mu’roful Anam juga turut menyampaikan motivasinya kepada para peserta ujian.

Sekitar pukul 08.00, peserta memasuki ruang ujian. Sebelum masuk ruangan, barang bawaan peserta (kecuali alat tulis) disimpan di tempat yang telah ditentukan. Selanjutnya, soal ujian yang telah dibuat dibawa masuk ke ruang ujian. Soal ujian masih tersegel sehingga hanya tim penyusun naskah ujian yang mengetahui soal ujian. Tim penyusun naskah ujian dikarantina selama pelaksanaan ujian. Ini dilakukan untuk menghindari adanya kebocoran soal ujian.

Pukul 08.15, peserta mulai mengerjakan soal ujian.Para peserta menggunakan waktu ujian secara maksimal. Tidak ada peserta yang keluar dari ruang ujian sebelum waktu ujian selesai.

Selesai pelaksanaan ujian, dilanjutkan dengan koreksi bersama. Tapi terlebih dahulu, ada sesi istirahat kurang lebih selama 1 jam. Pelaksanaan koreksi dilakukan secara terbuka dan bersama-sama. Tim pengisian melakukan koreksi atas lembar jawaban yang dikumpulkan, sedangkan peserta melakukan koreksi atas lembar jawaban hasil penggandaan. Sekitar pukul 15.00, koreksi selesai dilakukan dan demikian tahapan pelaksanaan ujian tulis pun telah selesai dilaksanakan.

Peserta yang Lulus jadi Kepala dusun Karangjuwet Desa Karangrejo  (Zudianto).

Sementara itu,Kepala desa Karangrejo yang diwakili mu’roful anam mengatakan, Pemdes Karangrejo dan panitia ujian tulis menjamin kerahasiaan dan transparan mengenai soal-soal yang telah dibuat dan yang sedang di kerjakan sangat transparan dalam pelaksanaan”, tuturnya

“Kami lakukan ini sesuai regulasi yang ada, sesuai peraturan perundang-undangan dan Perbup nomor 43 tahun 2017 tentang pelaksanaanya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir tentang transparansi pelaksanaan,” pungkas mu’roful anam.

Setelah Tahapan demi tahapan Pelaksanaan Ujian tes tulis yang berlangsung demi Untuk mengisi dua (2) jabatan ini oleh 4 calon peserta yang memiliki keinginan untuk mengisi
kekosongan jabatan kepala dusun Lengkong dan Karangjuwet,Dua peserta gugur tidak lulus dalam ujian testulis,yang lulus dari ujian tes tulis atas nama Lengkong fatkhul muin,SE.
Karangjuwet  Zudianto,berhasil menduduki jabatan Kepala Dusun pemerintahan desa Karangrejo.

Camat Tri Mukti Agung Wijayanto,SE,
Berpesan kepada para peserta tes ujian tulis yang tidak lulus agar tidak berkecil hati tetap semangat dan optimis untuk memajukan Desa, karna memajukan desa tidak harus menjadi perangkat desa sebagai wargapun bisa untuk membangun agar desa karangrejo bisa maju dan baik pemerintahannya (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks