Satreskrim Polres Blora Panggil 5 Pegawai Pasar Sido Makmur Terkait Dugaan Pungli

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Sebanyak 5 (lima) orang pegawai Pasar Sido Makmur dipanggil Satreskrim Polres Blora terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) berkedok iuran uang keamanan.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Setiyanto melalui Kanit Tipikor Ipda Moh. Junaidi mengatakan, mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Ini tindak lanjut terkait pengaduan dugaan pungli pasar Sido Makmur pada Senin (20/12/) kemarin, kita telah memanggil lima orang saksi pegawai pasar untuk dimintai klarifikasi,” ucap Kanit Idik IV Satreskrim Polres Blora, Ipda Moh. Junaidi saat dimintai keterangan, Selasa (21/12).

Dirinya juga mengatakan terkait untuk pemanggilan kepala pasar Sido Makmur masih menunggu dari beberapa saksi- saksi yang akan dimintai klarifikasi.

“Untuk pemanggilan kepala pasar nanti kita agendakan, sementara ini saksi dari pegawai pasar dan kedepan kita memanggil saksi- saksi kebersihan (tukang sapu) juga untuk dimintai keterangan, nanti kami konfrimasi proses berikut,” tambahnya.

Ipda Moh. Junaidi juga menjelaskan bahwasanya kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan keterangan dari saksi- saksi.

“Ini masih penyelidikan mas, kalau dilimpahkan ke Kejaksaan udah penyidikan, penyidikan itu sendiri mencari dan menemukan tindak pidana,” terangnya.

Sebagai informasi, pada bulan lalu sebanyak 11 orang anggota Paguyuban Adem Ayem Pasar Sido Makmur Blora dipanggil Satreskrim Polres Blora. Hal itu dilakukan guna mengklarifikasi terkait pungutan liar (pungli) dengan dalih untuk keamanan dan kesejahteraan kepada para pedagang setempat.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan beredarnya video penarikan uang keamanan di Pasar Sido Makmur Blora. Dalam video tersebut, terdengar pedagang dan pengutip adu pendapat terkait tarikan uang keamanan.

Pengutip melakukan pungutan dengan landasan surat tugas paguyuban yang memperoleh persetujuan dari Kepala Pasar Sido Makmur. Tarikan uang keamanan disinyalir dilakukan sudah lama, dengan besaran nominal mulai Rp 1.000 hingga Rp 10.000 per kios/lapak. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks