Peresmian Gedung BB Kejari Tulungagung

ANALISAPUBLIK.COM | Tulungagung – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr. Mohamad Dofir, S.H., M.H., merasa tersanjung saat meresmikan Gedung Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Tulungagung, Kamis (13/1/2022) Sore.

Hal ini diungkapkan dihadapan para awak media dengan disaksikan oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., Kajari Mujiarto, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.


“Pembangunan baru tiga lantai Gedung BB sangat representatif, dan megah dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada petugas barang bukti dalam mengelola administrasinya,” kata Kajati Mohamad Dofir.

Kajati Jawa Timur yang merupakan putra daerah asli Tulungagung itu menambahkan, dengan keterbatasan ruang sehingga dalam mengelola barang bukti kurang maksimal. Sedangkan untuk Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) untuk Kejari Tulungagung itu masuk di Blitar.“Karena jika BB dititipkan di Rupbasan, sedangkan disini masuk di Blitar apabila dititipkan disitu itu terlalu jauh. Alhamdulilah, dapat hibah dari Pak Bupati sehingga bangunan ini terealisasi,” tambahnya.

“Saya senang bangga dan mengapresiasi dari Pak Bupati yang telah membantu Kejari Tulungagung untuk pembangunan gedung baru BB ini”.

Dengan adanya gedung baru ini, lebih lanjut Mohamad Dofir mengharapkan untuk pegawai dilingkungan Kejari Tulungagung agar melaksanakan tugas semakin profesional, berintegritas, dan berhati nurani.
“Iya benar, dengan adanya gedung BB untuk pegawai baik jaksa maupun tata usaha harus semangat baru melaksanakan tugas sesuai tupoksi, dengan demikian penegakkan hukum di Tulungagung berjalan dengan baik dan benar sesuai aturan yang ada,” harapnya.

Menurut Kajari Tulungagung, pembangunan gedung baru ini merupakan wujud komitmen dan sinergitas antara Pemerintah kabupaten Tulungagung bersama Kejari. Tanpa hal tersebut, mungkin pembangunan tidak akan terealisasi.

Selaku Kajati, menyadari selama ini semua Kejaksaan Negeri di Jawa Timur belum memiliki gedung BB semegah seperti di Tulungagung.
“Saya terus terang, untuk gedung barang bukti hanya berupa ruangan BB tapi tidak semegah ini, semua Kejari di Jawa Timur punya sebatas ruangan saja,”ungkapnya.

Lebih dalam Kajati Jawa Timur itu memaparkan, sebenarnya himbauan dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar setiap kantor Kejari memiliki gedung barang bukti.

Dengan demikian, mengharapkan kepada Kajari se-Jawa Timur sebisa mungkin mengandeng Pemerintah kabupaten setempat agar bisa merealisasikan gedung semegah ini.


“Kemarin itu dapat bantuan dari Kejagung RI untuk para Kajari, hanya saja sebatas untuk lakukan renovasi, kalau membangun gedung semegah ini kendala dana tidak mencukupi,” paparnya.


“Untuk di Tulungagung merupakan kecepatan Pak Kajari dalam bersinergi dengan Pemerintah kabupaten sehingga bisa terealisasi gedung BB ini, sedangkan di Kejaksaan lain tak semegah ini,” jelasnya.( Endi S )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks