Edarkan Minyak Goreng Palsu, Polda Jateng Amankan Dua Tersangka

ANALISAPUBLIK.COM | Semarang – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng bersama Polres Kudus berhasil mengamankan dua orang pelaku yang mengedarkan dan menjual minyak goreng palsu.

Kedua pelaku berinisial MNK (39) dan AA (51) melancarkan aksinya di Kabupaten Kudus. Keduanya dijerat dengan perlindungan konsumen dan kasus penipuan. Sementara korban merupakan Siti Mutoharoh (45), dan Musmiah (58) warga Cendono, Kabupaten Kudus.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi menjelaskan, minyak goreng palsu tersebut terungkap dari laporan korban yang mengaku merasa ditipu setelah membeli minyak goreng curah dari kedua pelaku. Tersangka MNK menawarkan minyak goreng sebanyak satu jerigen dengan kapasitas 17 liter ke korban dengan harga Rp 16.500 per liter.

“Tersangka memperdagangkan minyak goreng palsu atau tidak sesuai dengan janji yaitu memperdagangkan minyak goreng curah dalam derigen. Namun, isi dalam jerigen tersebut berisi air yang dicampur pewarna makanan berwarna kuning hingga menyerupai minyak goreng,” terang Kapolda saat rilis kasus di Aula Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (22/02).

Karena sebelumnya sudah pernah membeli dari tersangka, lanjut Kapolda, kedua korban tak curiga. Mereka pun akhirnya membeli dalam jumlah besar, sebanyak 25 jerigen.

”Saat ditawarkan, para pelaku ini membawa minyak goreng asli. Tapi pesanan selanjutnya ternyata palsu,” ungkapnya.

Kapolda menambahkan, 25 jerigen minyak yang dipesan tersebut semuanya diisi dengan air di cucian mobil di Kudus. Untuk mengelabuhi korban, mereka mencampur 20 jerigen dengan pewarna kuning.

”Kepada petugas, kedua tersangka ini sudah melakukan tiga kali penipuan dengan modus yang sama. Ketiganya berada di Kudus, Pati, dan Rembang. Dalam sekali beroperasi, kedua tersangka berhasil meraup keuntungan hingga Rp 5,6 juta,” imbuhnya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu jerigen berisi 17 liter minyak goreng asli, 20 jerigen masing-masing berisi 17 liter air putih campur, lima jerigen air putih dengan kapasitas masing-masing 25 liter.

”Selain itu petugas juga mengamankan uang tunai Rp 600 ribu dan nota penjualan yang digunakan para tersangka,” tandas Kapolda.

Atas perbuatannya tersebut, saat ini kedua tersangka meringkuk di jeruji besi Polda Jateng. Keduanya dijerat Pasal 62 2 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f dan/atau ayat (3) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Penulis : Agus
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks