Kasdam IV/Diponegoro Buka Latihan Pratugas Yonif 405/Surya Kusuma

ANALISAPUBLIK.COM | Banyumas – Sebanyak 555 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Yonif 405/Surya Kusuma mengikuti latihan pratugas. Latihan dalam rangka operasi pengamanan wilayah objek vital Nasional PT. Freeport Indonesia tahun 2022 ini dibuka oleh Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Parwito.

Latihan ini akan dilaksanakan selama 12 hari di Mako Yonif 405/SK, Wangon, Banyumas, Senin (28/02).

Dalam kesempatan itu, Kasdam membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro selaku Komandan Latihan (Danlat). Kasdam menyebutkan bahwa pelaksanaan tugas operasi yang akan dilakukan satuan Yonif 405/SK tersebut merupakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebab mengemban tugas untuk mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis.

“PT. Freeport Indonesia merupakan suatu kawasan instalasi dan tempat usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dimana terdapat kepentingan negara dan sebagai salah satu sumber pendapatan negara yang berada di Timika,” ujarnya.

Pangdam juga menekankan kepada seluruh prajurit agar berlatih dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Hal ini guna mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melaksanakan tugas mulia tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini daerah tersebut masih terdapat ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan gangguan keamanan yang masih rawan serta bersifat fluktuatif.

“Sebagai institusi dan aparat pertahanan kita dituntut agar selalu siap bila sewaktu-waktu ditugaskan. Laksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kemampuan tempur guna pelaksanaan tugas operasi pengamanan wilayah obyek vital Nasional PT. Freeport Indonesia yang akan kalian laksanakan dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas, nantinya prajurit Yonif 405/SK akan diberikan pengetahuan dan keterampilan berbagai materi tempur dan non tempur diantaranya latihan teknik dan taktik militer sesuai dengan medan operasi sebenarnya.

“Bila disiplin bukan suatu keharusan, maka kegagalan bukan lagi sebuah pilihan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Kasdam juga menambahkan agar selama latihan pratugas harus sudah menerapkan kewaspadaan yang tinggi, berfikir seperti di daerah operasi sebenarnya, karena seperti yang diketahui bahwa saat operasi, seluruh prajurit akan dihadapkan dengan berbagai bentuk ancaman yang dapat menyerang personel, masyarakat maupun sabotase terhadap objek vital.

“Perlu kesungguhan dan kehati-hatian karena daerah yang kalian tempati ini termasuk daerah rawan, yang artinya ancaman ada dimana-mana. Jangan lengah, sebab di saat kita lengah dia menyerang dan di saat kita siap dia menghilang,” tambah Kasdam.

Selalu terapkan disiplin tempur dimanapun berada, bergerak harus berkelompok dan melakukan kegiatan yang tidak rutinitas dengan waktu yang berubah-ubah sehingga tidak terdeteksi oleh musuh.

“Intinya bahwa pada prinsipnya kalian jangan lengah, jangan mudah dibujuk rayu oleh perusahaan-perusahaan lain yang tidak ada perjanjian kerja sama dengan komando atas kita,” lanjutnya.

Selain itu, Kasdam juga menyebutkan bahwa tugas adalah kehormatan yang tidak semua satuan diberikan kepercayaan untuk melaksanakannya. Terlebih, seperti Yonif 405/SK yang ditunjuk langsung oleh Kasad untuk melakukan operasi pengamanan objek vital Nasional PT. Freeport Indonesia.

“Ini merupakan suatu kebanggan dan tantangan tersendiri. Saya ingin kalian berangkat 555 personel dan kembali 555 utuh, tidak ada yang tertinggal di Kodam Cenderawasih karena pelanggaran. Selalu ingat Tuhan YME dan setiap saat kalian harus berdoa karena kalian ditunggu keluarga, anak maupun istri kalian,” tutupnya.

Penulis : Pen
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks