KBM Kodim 0721/Blora 2022, Buka Akses Jalan Penghubung Desa Wonosemi ke Tanggel

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Kegiatan Karya Bakti Mandiri (KBM) Kodim 0721/Blora semester 1 tahun 2022 akan segera dimulai dalam waktu dekat. Kali ini, sasarannya jalan penghubung Desa Wonosemi, Banjarejo menuju Desa Tanggel Kecamatan Randublatung.

Kepala Desa Wonosemi, Yanto sangat mendukung dan gembira dengan adanya pembangunan jalan penghubung tersebut. Menurutnya, akses tersebut sangat diharapkan warga sejak lama.

“Warga sangat gembira, bahkan jalur yang tadinya mati bisa hidup untuk akses meningkatkan perekonomian warga,” ucapnya, Rabu (09/02).

Bahkan, warganya meluapkan kegembiraan dengan menggelar tradisi Buka Bumi. Hal ini bertujuan memohon kelancaran serta keselamatan dalam mengawali suatu pekerjaan hingga pekerjaan tersebut selesai.

“Kami bersama warga lainnya sangat gembira sekali, puluhan tahun kami berharap jalan ini dibangun. Alhamdulillah, akhirnya terkabulkan doa kami semua,” ujar Waras (52), warga dukuh Banyurip Desa Banjarejo.

Lebih lanjut, laki-laki paruh baya tersebut menceritakan kalau dirinya bersama warga lainnya siap terjun langsung bersama – sama TNI untuk bergotong – royong membangun jalan tersebut.

“Kami sudah puluhan tahun terisolir pak, dengan adanya pembangunan jalan ini. Kami siap turun ke lapangan untuk bergotong – royong bersama TNI demi masa depan anak cucu kami,” jelas Waras.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Inf Andy Soelistyo Kurniawan Putro melalui Pasiter Kapten Cpl. Sumanto mengatakan bahwa kegiatan KBM ini akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Saat ini kami bersama Kades, Perhutani serta warga masyarakat desa Wonosemi dan warga dukuh Banyurip sedang melaksanakan ritual “Buka Bumi”. Intinya, warga masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jalan ini seraya memohon kepada Allah SWT supaya kegiatan KBM nanti, warga masyarakat diberikan kelancaran serta keselamatan dalam beraktivitas,” kata Kapten Sumanto.

Dukuh Banyurip merupakan salah satu wilayah Desa Banjarejo yang terletak di tengah hutan perbatasan Kecamatan Randublatung. Wilayahnya sangat terisolir, karena keadaan jalan yang merupakan tanah liat. Sehingga di saat musim hujan, warga sulit untuk beraktivitas, seperti akan pergi ke pasar, anak – anak pergi ke sekolah, ataupun guru akan mengajar ke dukuh Banyurip.

Penulis : Pur
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks