KETUA RW DI RUNGKUT KIDUL BERPERAN AKTIF UNTUK MEMBANTU STUNTING DI SURABAYA

ANALISAPUBLIK.COM | Surabaya – Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, anggaran tersebut lebih rendah ketimbang tahun 2021 lalu yang sebesar Rp 35 triliun.

Penurunan anggaran tersebut karena dilakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Untuk diketahui, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ditetapkan target penurunan prevalensi stunting dari 24 persen menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

Artinya, setiap tahun, target capaian penurunan stunting sebesar 3 persen.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pun mengatakan optimistis bisa mencapai target penurunan stunting sebesar 3 persen tersebut dengan alokasi anggaran yang sebesar Rp 25 triliun.

Peran serta tingkat RW (Rukun Warga) sebagai fasilitator yakni SDM perlu membantu keluarga dalam membantu meringankan warga jika mengalami stunting. Ketua RW08, Agoes Irian Kel. Rungkut Kidul Kec. Rungkut Kota Surabaya mengkoordinir para Ketua RW di wilayahnya untuk memberikan bantuan secara langsung terhadap warga yang Stunting. Dana bantuan untuk Stunting diserahkan ke Lurah Rungkut Kidul, Nurnaning Kusumafitri,SE yang didampingi Kasi Kesra, Jamili Muhtasor di ruang Lurah Rungkut Kidul (03/02/2022). Agoes menjelaskan, “pada intinya kita harus berdaya untuk saudara-saudara kita, peran kami bukan hanya berupa dana saja namun juga ada lele yang kami tebar di kolam lele di tanah fasum nantinya kami akan berikan juga kepada warga yang mengalami Stunting,” .

Isu stunting ini biasanya hanya diselesaikan oleh dinas kesehatan dibawah Kemkes saja padahal masalah ini juga berpengaruh pada sosial masyarakat. Tingkat RW perlu terlibat dalam mengembangkan strategi pemerintah karena isu stunting tidak hanya persoalan kesehatan saja melainkan isu ini juga disebabkan dari masalah sosial. (Mark)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks