Lakukan Sidak, Plt Dindagkop Blora Temukan Tiga KPL Jual Pupuk di Atas HET

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Luluk Kusuma Ariadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kecamatan Ngawen dan Kunduran.

“Sidak ke pengecer pupuk kaitan informasi penjualan pupuk di atas HET. Saya di lapangan bersama pak asisten III, Kodim, Pertanian, bagian Perekonomian, serta forkopimcam setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/02).

Dalam sidak tersebut, Luluk menemukan tiga KPL menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET). Pihaknya lantas memberi teguran kepada pemilik KPL agar menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan HET.

“Hasilnya beberapa pengecer yang menjual pupuk di atas HET kita berikan teguran untuk menjual sesuai HET. Sementara ada tiga (KPL_red), teguran kita buatkan tertulis dan distributor juga membuat teguran tertulis,” imbuhnya.

Dirinya akan menindak tegas KPL yang kedapatan menjual pupuk bersubsidi di atas HET.

“Bersama distributor bisa kita alihkan pengecer pupuknya,” tandasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, harga pupuk jenis urea yang harus dijual ke petani senilai Rp 2.250 per kilogram atau Rp 112.500 per karung. Pupuk jenis ZA dijual Rp 1.700 per kilogram atau Rp 85.000 per karung.

Kemudian pupuk jenis SP-36 dijual seharga Rp 2.400 per kilogram atau Rp 120.000 per karung. Pupuk jenis NPK Phonska dijual Rp 2.300 per kilogram atau Rp 115.000 per karung. Serta pupuk jenis Petroganik dijual seharga Rp 800 per kilogram atau Rp 32.000 per karung.

Penulis : Arief
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks