Pemantapan Silat Dengan Konsep Harmoni Dua Agama

ANALISAPUBLIK.COM | Sulteng.Melalui yayasan Limhar adab nasional pada agendanya kali ini yaitu memperkenalkan dan melaksanakan pemantapan perguruan pencak silat sebagai perekat kohesi sosial antara kedua agama yang sudah aktif sejak tahun 2014 silam.

Pada kegiatan kali ini selain diikuti beberapa murid yang sudah dinyatakan lulus dalam pemantapan selama ini,juga diikuti pula ketua Dewan pembina yayasan Limhar adab nasional atas nama JAdusin, S Sos SIp MSi,Ketua pelatih Laharungku,juga turut pula Ketua Umum Ikatan Pencak Silat (IPSI) Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Fajaruddin Wunanto.ST.MSi.minggu(13/2)

Melalui sambutanya Jasudin menyampaikan”perguruan silat ini dibentuk sebagai perekat kohesi sosial antara kedua agama,perguruan yang sudah berdiri sejak 2014 tersebut,alhamdulillah pada tahun 2020 sudah dinyatakan sah dan diakui oleh pemerintah melalui penerbit surat keputusan dari Kemenkumham”.

“Total murid yang telah kami bina dan dinyatakan lulus atau tamat dari tahun 2014 sampai tahun 2022 ada sejumlah 89 orang,dan hari ini berjumlah 29 orang” pungkas Jasudin.

Ditempat yang sama Ketua Ipsi Fajarudin Wunanto yang juga menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara menuturkan melalui pesan singkatnya” bahwa kedepan IPSI siap memberikan proteksi dan atensi untuk pembinaan murid silat pada yayasan Limhar adab nasional tersebut”.

Tidak luput pada kegiatan tersebut hadir pula dari beberapa tokoh agama,tokoh pemuda,unsur Kepolisian dan para atlet pencak silat dari Sulawesi tenggara.(M.Muhajir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks