Prioritaskan Pembangunan Dampak Bencana

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoarjo – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim – Bali menganggarkan penanganam jalan dan jembatan tahun anggaran 2022.

“Saya mewakili Kepala BBPJN Jatim – Bali Ir. Achmad Subkhi, MT mengucapkan terimakasih atas peran media analisapublik melaksanakan liputan, serta menyebarkan informasi BBPJN Jatim – Bali,” tutur Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Ayu Pertimasari Sekar Handayani, ST, MT didampingi PPID, Jumat (4/2/2022).

Selain itu, Ayu meminta agar pertanyaan – pertanyaan media analisapublik akan dijawab oleh BBPJN Jatim – Bali secara tertulis.

Berikut kutipan wawancara yang diterima redaksi pada Senin (7/2/2022).

Gambaran umum tugas dan tanggung jawab BBPJN Jatim – Bali?

Tugas dan Tanggung jawab BBPJN Jatim – Bali adalah melaksanakan penyelenggaraan jalan dan jembatan yang berstatus jalan nasional di wilayah Jatim dan Bali. Penyelenggaraan jalan nasional ini meliputi pembangunan dan preservasi yang berlandaskan asas (OPOR) Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi dan Rehabilitasi yang diamanatkan oleh Menteri PUPR.

Adakah slogan atau motto BBPJN Jatim – Bali?

Motto BBPJN Jatim – Bali adalah BROMO : Bersih, pROfesional, Melayani dengan Optimal.

BROMO :

– Bersih : jiwa dan pikiran bersih saat bekerja, tidak ada kepentingan pribadi mengintervensi pekerjaan, bebas KKN, dll.
– Profesional : menjalankan pekerjaan sesuai dengan bidang kompetensi/keahlian yang dimiliki, serta menjalankan etika-etika profesi yang berkenaan.

– Melayani dengan Optimal : memberikan pelayanan secara prima, dengan berupaya memenuhi harapan dan kebutuhan dari pelanggan, dalam hal ini para pengguna jalan.

Penanganan jalan dan jembatan Nasional Provinsi Jatim dan Bali pada tahun 2022?

Preservasi jalan nasional dan jembatan eksisting di wilayah kewenangan BBPJN Jawa Timur-Bali.
Penanganan jalan dan jembatan Paska Bencana Erupsi Gunung Semeru.

Penanganan jalan dan jembatan sesuai dengan asas OPOR melalui peningkatan kapasitas jalan dan keselamatan jalan.

Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan-Selatan (Pansela Jatim).

Panjang ruas jalan nasional di Provinsi Jatim dan Bali?

Panjang Jalan nasional di Provinsi Jatim adalah 2.361 Km (jembatan 24.706 m) dan di Provinsi Bali adalah 629,39 Km (jembatan 9.407 m), sehingga total keseluruhan jalan nasional kewenangan BBPJN Jatim-Bali menjadi 2.990,390 Km (jembatan 34.113 m).

Prioritas pembangunan tahun ini?

Penanganan untuk Dampak Bencana Erupsi Semeru, diantaranya pembangunan jembatan gantung (temporer) dan jembatan permanen untuk menggantikan jembatan Besok Kobokan yang runtuh terkena lahar dingin Semeru

Adanya masa pandemi, pemerintah ingin memulihkan ekonomi atau pen, apa kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan?

Program Padat Karya, dimana mengikutsertakan masyarakat, khususnya yang terdampak Pandemi COVID-19 untuk terlibat dalam pekerjaa-pekerjaan penanganan jalan dan jembatan yang dilakukan oleh BBPJN Jatim-Bali.

Program penanganan yang di-Padat Karya-kan tersebut meliputi Pemeliharaan Rutin Jalan; Pemeliharaan Rutin Jembatan; Pemeliharaan Rutin Jalan; Revitalisasi Drainase; dan Padat Karya Non Rutin lainnya.

Tahun 2022 Program Padat Karya di BBPJN Jatim-Bali ditargetkan mencapai sekitar 4ribu-an Tenaga Kerja (orang).

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks