RST Bhakti Wira Tamtama Gelar Webinar Bahas Penanganan dan Macam Stroke

ANALISAPUBLIK.COM | Semarang – Rumah Sakit Tentara (RST) atau Rumkit Bhakti Wira Tamtama menggelar webinar dengan tema Update Manajemen Stroke Dengan Terapi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).

Acara webinar yang mengupas tentang cara penanganan penyakit stroke ini dibuka oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk. III Bhakti Wira Tantama Letkol CKM dr. Moh. Andi Fatkhurokhman, Sp. THT. Kegiatan ini menghadirkan dokter ahli seperti Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS., MH, Dr. dr. Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K), dan dr. Lisa Nurhasanah, MKK, Sp. KFR. Kamis (17/02).

Dodik Tugasworo Pramukarso, selaku narasumber menjelaskan bahwa Stroke merupakan gangguan pembuluh darah yang ada di otak secara tiba-tiba. Diketahui bahwa Stroke merupakan penyakit penyebab kecacatan yang selama 12 tahun terakhir angka penderitanya cukup tinggi.

Menurutnya, secara umum Stroke dibagi menjadi 2 yakni Stroke Emboli dan Stroke Trombotik. Stroke Emboli yaitu adanya bekuan darah yang terbentuk di dalam jantung atau pembuluh arteri besar yang tidak terangkut ke otak. Sedangkan Stroke Trombotik adalah bekuan darah yang terbentuk di dalam pembuluh arteri yang mensuplai darah ke otak.

“Dalam menangani Stroke tidak sembarangan, harus dilakukan pengobatan yang khusus dan stabilisasi sangat penting dilakukan dalam proses penyembuhannya,” jelas Dodik.

Adapun beberapa langkah yang harus dilakukan dalam penanganannya yaitu diawali dengan Pre-hospitalisasi kemudian diagnosis stroke, general support, in hospital, acute complication lalu prevention.

“Langkah-langkah tersebut harus dilakukan dalam menangani pasien yang menderita penyakit Stroke dan dalam penanganannya tidak boleh ditunda-tunda dan harus dibawa ke rumah sakit bukan kemana-mana,” imbuh Dodik.

Berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, ia juga mengingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan di manapun berada dalam menangani pasien baik penderita penyakit stroke maupun lainnya agar tetap memperhatikan protokol kesehatan termasuk memakai Alat Pelindung Diri (APD).

“Gunakan APD saat menanganani pasien, karena Covid-19 bisa berasal dari mana saja, baik dari rumah pasien maupun dari rumah sakit itu sendiri,” tandasnya.

Tugas Ratmono menambahkan bahwa TMS merupakan salah satu modalitas neuromodulasi dalam bidang neurorestorasi untuk digunakan sebagai penelitian dalam memberikan pelayanan kepada penderita penyakit Stroke.

Pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan TMS dinilai sangat penting guna menentukan parameter dan protokol terapi maupun safety.

“TMS menjadi hal penting untuk mendukung kualitas layanan klinik maupun rumah sakit dalam menangani penderita penyakit Stroke karena resiko disabilitas mungkin terjadi karena terlambatnya mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Lisa Nurhasanah. Ia mengatakan, rehabilitasi kepada penderita penyakit Stroke juga harus terus dilakukan guna mendukung proses pemulihan pasien agar lebih optimal.

“Pasien stroke boleh dipijat tetapi hanya pijat relaksasi namun tetap disertai terapi latihan,” kata Lisa.

Penulis : Pen
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks