Targetkan Realisasi 25 Kampung Keren, Tiga Kelurahan Siap Susul Sepuluh Kampung Keren Lainnya

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Strategi Pemerintah Kota Kediri dalam memupuk kreativitas dan kemandirian masyarakat melalui Kampung Kreatif dan Independen (Keren) belum terhenti. Salah satu dari sepuluh program unggulan Walikota Kediri tersebut dirancang untuk memunculkan karakteristik kawasan, keunikan, budaya, keterampilan, dan peningkatan potensi ekonomi pada masing-masing kelurahan.

Sejak dilaunching pada 9 November 2021 lalu, kini sudah ada sepuluh kelurahan yang ditetapkan dalam SK Walikota menjadi Kampung Keren, antara lain: Kampung Tani Kelurahan Jamsaren, Kampung Winer (Wisata Kuliner) Kelurahan Kampung Dalem, Kampung Pecut Kelurahan Kemasan, Kampung Harmony Betta (Ikan Cupang) Kelurahan Ketami, Kampung Herbal Kelurahan Mojoroto, Kampung Heritage Kelurahan Pakelan, Kampung Seni Kelurahan Ringinanom, Kampung Tahu Kelurahan Tinalan, Kampung Wisata Air Sumber Banteng Kelurahan Tempurejo, dan Kampung Tenun Ikat Kelurahan Bandar Kidul.

Menyusul ke-10 kelurahan lainnya, Pemkot Kediri mencatat saat ini ada dua kelurahan yang sedang dalam proses peninjauan Kampung Keren dan satu kelurahan dalam taraf perbaikan konsep. Dua kelurahan bakal Kampung Keren tersebut yaitu Kelurahan Semampir dan Kelurahan Ngronggo. Sedangkan satu kelurahan dalam proses perbaikan ialah Kelurahan Burengan.

Chevy Ning Suyudi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kediri menargetkan tahun 2022 capaian Kampung Keren Kota Kediri sebanyak 25 kampung. “Jadi kalau kemarin sudah ada sepuluh, ada lima belas Kampung Keren yang akan kita capai ditahun ini,” jelas Chevy.

Sebagai upaya dalam meraih target tersebut, Pemkot Kediri akan melakukan studi terkait pengembangan Kampung Keren dan upaya perbaikan metode verifikasi. “Jadi kalau tahun lalu kita lebih banyak mengungkap konsep, metode pengelolaan, serta aktor-aktor yang menjalankan Kampung Keren itu sendiri. Tahun ini kita akan mengedepankan dari sisi independennya,” terang Chevy.

Menurutnya, sisi independensi sebuah Kampung Keren tidak terlepas dari income generate (menghasilkan pendapatan) agar dapat menyokong kebutuhan masing-masing wilayah kelurahan. “Kampung keren merupakan pondasi bagi sebuah kelurahan untuk mencapai titik yang mana dapat menghasilkan pendapatan dan dapat digunakan untuk mencukupi biaya operasional kampung itu sendiri,” ucap Chevy.

Pemkot Kediri berharap tiga calon Kampung Keren tersebut menjadi pemantik kelurahan lain untuk menjadi Kampung Keren dan menjadi produsen untuk program-program unggulan Kota Kediri. “Kalau orang berbicara tentang Kota Kediri tidak hanya kota tahu, akan tetapi ada tenun, batik, pecut, ikan cupang, dan banyak lagi brand-brand unggulan yang akan dipasarkan ke luar dan mendatangkan income bagi masyarakat sekitar” tutupnya.(pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks