Gegara Hutang Nyawa Melayang, Warga Asal Pacitan Dibekuk Polres Blora

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Nurhadi (48), warga asal Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dibekuk petugas gabungan lantaran nekat menghabisi nyawa seseorang.

Petugas gabungan yang terdiri anggota Resmob Satreskrim Polres Blora, bersama anggota unit Reskrim Polsek Cepu dengan dibantu tim Resmob Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan tersangka pada Selasa (22/02). Saat itu, tersangka berada di wilayah kelurahan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Tersangka diduga telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban bernama Sudar (49), warga Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah, mengungkapkan bahwa kejadian berawal dari laporan warga pada hari Rabu tanggal 16 Pebruari 2022.

“Polsek Cepu menerima laporan dari warga bahwa telah ditemukan mayat (orang meninggal dunia) yang diduga merupakan korban pembunuhan di sawah ikut wilayah kelurahan Balun Kecamatan Cepu Blora,” kata Kapolres Blora, Jum’at (04/03).

Kemudian petugas melakukan cek dan olah TKP serta lakukan pemeriksaan dari tim Inafis Polres Blora. Diketahui, identitas korban bernama Sudar (49) warga Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora.

Selanjutnya, petugas dari Polsek Cepu menghubungi keluarga korban dan diketahui korban sudah 3 hari meninggalkan rumah dan belum pulang.

Adapun kronologis penangkapan berawal pada hari Selasa tanggal 22 Februari 2022 Tim Gabungan dari Resmob Polda Jateng, Resmob Polres Blora dan Unit Reskrim Polsek Cepu dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Cepu Ipda Budi Santosa, mendapatkan informasi keberadaan pelaku di area persawahan Desa Mulyorejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro.

“Selanjutnya sekira pukul 06.00 WIB Tim Gabungan dari Resmob Polda Jateng, Resmob Polres Blora dan Unit Reskrim Polsek Cepu melakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa baju kemeja lengan pendek warna coklat muda, celana pendek warna coklat dan sarung motif kotak kotak warna coklat muda yang terdapat bercak darah yang dikenakan pelaku, serta sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa nopol,” beber Kapolres Blora.

Honda beat milik korban yang dibawa pelaku di kubur di area persawahan desa Mulyorejo kecamatan Tambakrejo Bojonegoro.

“Tersangka dijerat pasal 340 dan 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling rendah 20 tahun,” pungkas Kapolres Blora.

Penulis : Arf
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks