Dugaan Korupsi di BUMD Rembang, Kejati Jateng Tetapkan 2 Tersangka

ANALISAPUBLIK.COM | Semarang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi investasi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rembang.

Kedua tersangka, yakni mantan Direktur Keuangan PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya berinisial NA dan HAP selaku Direktur PT Anindya Guna Utama.

Kepala Kejati Jateng, Andi Herman menyebutkan, akibat dugaan tindak pidana korupsi tersebut negara dirugikan sekitar Rp3,2 miliar.

Tindak pidana tersebut, lanjutnya, terjadi dalam kurun waktu 2017 hingga 2020 bermula ketika PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya membentuk anak usaha bernama PT Anindya Guna Utama.

“Pendirian anak usaha ini bermasalah karena ternyata tidak mendapat persetujuan dalam RUPS serta tidak memiliki analisis kelayakan dari tim independen,” ucapnya.

Dalam perjalanannya, PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya menginvestasikan dana sebesar Rp7,3 miliar melalui anak usaha itu untuk kerja sama jasa konstruksi.

“Dari berbagai jenis investasi di sektor konstruksi tersebut, ternyata hanya sekitar Rp3 miliar yang bisa kembali ke perusahaan,” katanya.

Dalam praktiknya, uang investasi tersebut diketahui untuk membeli proyek.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks