Rapat Paripurna DPRD, Inilah Capaian Indikator Kinerja Pemkab Blora

ANALISAPUBLIK.COM | Blora– DPRD Kabupaten Blora menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Akhir Tahun Anggaran 2021 pada Kamis (31/03). Bertempat di Kantor DPRD Blora, Bupati Blora Arief Rohman beserta Wakilnya Tri Yuli Setyowati memaparkan laporan tentang ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Capaian Indikator Kinerja Daerah.

Untuk Capaian Indikator Kinerja Daerah, tercatat ada beberapa target yang belum tercapai hingga akhir tahun anggaran 2021. Setidaknya ada 12 target yang belum tercapai dan perlu mendapat perhatian.

“Beberapa target daerah masih memerlukan upaya keras, terobosan, dan inovasi serta dukungan semua pihak dalam pencapaiannya,” ucap Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Styowati.

Wabup menerangkan, 12 target yang perlu mendapat perhatian diantaranya ialah angka kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, kasus kematian Ibu, persentase gizi buruk, persentase Jalan Kondisi Baik, cakupan pelayanan sanitasi, dan seterusnya.

Dirinya mengaku, beberapa target yang belum tercapai merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang masih terasa dan berpengaruh hingga kini.

“Meskipun secara umum beberapa target makro ekonomi dan indikator kinerja daerah telah tercapai, namun pandemi Covid-19 dirasakan sangat berpengaruh terhadap pencapaian target daerah secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain itu, setidaknya terdapat 28 capaian indikator yang telah berhasil tercapai. Mulai dari Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Blora, penurunan jumlah PMKS, nilai investasi berskala nasional, hingga persentase peningkatan PAD.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Target daerah sebesar 68,84, realisasi sebesar 69,37. Persentase peningkatan Pendapatan Asli Daerah per tahun. Target daerah sebesar 6,11%, realisasi sebesar 9,52%,” tambahnya.

Indikator lainnya yang tercapai antara lain inflasi, rata-rata lama sekolah, persentase jaringan irigasi dalam kondisi baik, persentase penurunan jumlah PMKS, persentase berkurangnya permukiman kumuh di perkotaan, produktivitas pangan utama, populasi sapi potong, jumlah industri, nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA), dan lainnya.

Sementara itu, untuk ulasan APBD TA 2021 dijelaskan bahwa Pendapatan Daerah Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 ditargetkan mencapai Rp 2.147.723.550.019,00, dengan realisasi sebesar Rp 2.226.577.613.861,00 atau sebesar 103,67%.

Target PAD setelah perubahan sebesar Rp 262.245.392.980,00, realisasi sebesar Rp 328.234.301.965,00 atau sebesar 125,16%. Belanja daerah TA 2021 dialokasikan Rp 2.259.928.815.170,00, realisasi belanja sebesar Rp 2.113.285.409.209,00 atau sebesar 93,51%.

Kemudian, Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 112.205.265.151,00 dengan realisasi sebesar Rp 112.204.132.577,00 atau sebesar 99,99%. Selanjutnya dari realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tersebut dibukukan SILPA sebesar Rp 225.496.337.229,00.

Penulis : Jml
Published : Biro Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks