SMAN 20 Surabaya Innovasi bagi Sekolah di Jawa Timur

ANALISAPUBLIK.COM|Surabaya – Suatu kebanggan bagi Dinas Pendidikan Propinsi dengan innovasi yang lahir dengan kebersamaan dan semangat para guru yang sangat tinggi untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara dalam mendidik muridnya agar terus berkembang mengikuti dunia digital secara internasional. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sidoarjo – Surabaya, Drs Lutfi Isa Anshori MM mengatakan, “SMAN 20 adalah satu-satunya yang memiliki kreatifitas ecoprint sehingga kami berharap dapat menukarkan terhadap sekolah-sekolah lainnya di Kota Surabaya maupun di tingkat Propinsi Jawa Timur”, ungkapnya.

Lutfi Isa Anshori juga menyampaikan bahwa akan mensuport penuh kreatifitas ini agar dapat berkembang dan terus melahirkan kreatifitas-kreatifitas baru kedepannya nanti. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sidoarjo-Surabaya menghadiri acara Launching Ecoprint SMAN 20 Surabaya yang berlokasi di Lapangan Sekolah Jl. Medokan Semampir No. 119 Sukolilo Kota Surabaya pada hari Rabu 18 Mei 2022. Selain Lutfi Isa Anshori, beberapa Kepala Sekolah SMAN juga hadir dalam acara tersebut.

Dra. Titik Hariani, Kepala Sekolah SMAN 20 dalam sambutannya mengatakan, “kami berharap ecoprint ini menjadi program unggulan sekolah program unggulan SMA Negeri 20 Surabaya, pada dasarnya ecoprint ini sejak tahun 2018 yang lalu tapi sampai sekarang masih banyak diantara kita yang belum kenal atau belum memahami ecoprint itu yang seperti apa, itu adalah seni penataan pola pada kain pada kulit pada keramik atau pada kayu dengan menggunakan bahan-bahan alami dari sinilah bermula dari kehidupan kami di SMA Negeri 20 Surabaya yang sesuai dengan tumbuh-tumbuhan dengan berbagai jenis tanaman. Bahwa Sebenarnya apa yang ada di lingkungan sekitar kita itu sangat bermanfaat untuk kita dan ecoprint ini sangat menginspirasi kami jadikan sebagai program unggulan karena memang dari semua bahan alami”, jelasnya.

Titik Hatiani selaku Kepala Sekolah mengharapkan untuk mendapatkan suport sepenuhnya dari Dinas Pendidikan Propinsi bukan hanya suport apresiasi saja namun juga sangat berharap adanya anggaran pendanaan untuk pengembangan kewirausahaan di Sekolah SMAN 20 Surabaya ini. Hasil ecoprint yang di produksi langsung oleh murid SMAN 20 Surabaya tersebut saat ini telah terjual beberapa model oleh wali murid dan hasil produk ini langsung di kelola oleh Koperasi Sekolah yang memiliki jumlah murid kurang lebih 1.032 siswa/siswi. Jumlah produksi telah ribuan yang di hasilkan dengan dari satu murid membuat satu ecoprint, dari ribuan yang telah terjual tersebut sementara masih fokus ke produksi dan pengembangan nya agar kreatifitas ini dapat berkembang dan diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya.

Sesuai namanya, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print artinya cetak. Sistem dengan menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya, mirip seperti proses pembuatan batik, maka sering juga disebut batik ecoprint. Namun, motif yang dihasilkan oleh wsistem ecoprint ini lebih kontemporer dibandingkan batik yang digambar ataupun dicetak dengan motif batik yang klasik. Perbedaan lainnya, ecoprint tidak menggunakan alat seperti canting (alat seperti pena untuk membatik) dan bahan malam, namun menggunakan bahan yang terdapat di alam sekitar, seperti aneka dedaunan yang menghasilkan warna alami. (Mark|red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks