Proyek Rehabilitasi Jalan Provinsi Todanan-Ngawen Blora Dikeluhkan Warga

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Proses pekerjaan rehabilitasi jalan Provinsi Todanan-Ngawen, tepatnya arah perbatasan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati dikeluhkan sebagian masyarakat. Pasalnya, beskos atau material urug yang digunakan di jalan raya tersebut tanpa adanya perekat.

“Kondisi jalannya bagaimana ini, material hanya diurug saja tanpa semen. Kalau mendadak ada hujan, ya tersapu air hujan. Kalau siang ya debu beterbangan,” ucap Masturi warga asal Desa Candi, Todanan Blora, Sabtu (30/07).

Ia sempat khawatir saat di tanjakan lantaran kondisinya demikian. Tapi dia memberanikan diri karena sudah menempuh perjalanan jauh dari Semarang.

“Sempat was-was karena kondisi jalannya begini, takutnya melorot gak kuat nanjak,” tambahnya yang sudah lama tinggal di Semarang.

Meski demikian, pihaknya merasa senang adanya pembangunan infrastruktur tersebut.

“Memang yang dinantikan masyarakat adalah jalannya dibangun agar memudahkan akses masyarakat,” tandasnya.

Berdasarkan data LPSE Provinsi Jateng, pekerjaan rehabilitasi jalan Todanan-Ngawen ini dibiayai oleh APBD Provinsi Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum Bima Marga dan Cipta Karya dengan pagu sebesar Rp 3 miliar. Paket ini dimenangkan oleh CV Mekar Merah dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung mulai 20 April hingga 16 September 2022.

Penulis : Arf
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi OK No thanks