Korem  073/Makutarama Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

ANALISAPUBLIK.COM | Salatiga – Tahun baru Islam atau dalam hitungan kalender Masehi jatuh pada hari Sabtu 30 Juli 2022. Korem 073/Makutarama memperingati 1 Muharram 1444 Hijriah di Masjid At Taqwa. Salatiga. Rabu, (03/8/2022).

Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi dalam sambutannya menyampaikan, sebagai insan yang beriman dan bertaqwa marilah senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya dapat menghadiri acara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H.

“Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H/2022 M, kita laksanakan untuk mengenang kembali serta dapat diambil hikmah dari peristiwa bersejarah penting bagi umat Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya dari kota Mekkah ke kota Madinah,” ungkapnya.

Hikmah dari peristiwa tersebut, lanjutnya, yakni semangat dan nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam peristiwa Hijrah. Hal ini dapat dijadikan refleksi untuk menjawab dan mengatasi tantangan terkini dengan semangat Patriotik dan Nasionalisme yang tinggi.

Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1444 H/2022 M mengusung tema “Dengan Semangat Tahun Baru Islam 1444 H/2022 M Kita Jadikan Momentum Memaknai Hidup Dengan Semangat Hijrah”

“Tema tersebut sangat tepat untuk dijadikan pemacu semangat kita untuk refleksi dan evaluasi diri sebagai insan prajurit yang beriman serta senantiasa memperteguh keyakinan dalam mengabdi kepada bangsa dan Negara,” ucap Danrem.

Sementara itu, KH. Agus Suedi dalam tausiyahnya menyampaikan makna tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H/2022 M. Menurutnya, makna dari peristiwa tersebut yaitu tentang Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

“Saat itu, Nabi Muhammad sangat kesulitan untuk mensyiarkan agama Islam di Mekkah oleh karena itu Nabi Muhammad melakukan Hijrah ke Madinah,” terangnya.

Setelah Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Madinah, Islam mengalami perkembangan pesat dan juga menyebar hingga ke Mekah dan wilayah sekitarnya. Sehingga, pada saat itulah disepakati bahwa 1 Muharram sebagai hari pertama dalam kalender Hijriyah (Tahun Baru Islam).

“Oleh karena itu, tahun baru Hijriyah dapat dimaknai umat Muslim sebagai Intropeksi diri agar dapat merubah kehidupan kearah yang lebih baik lagi,” jelas KH. Agus.

Hadir pada kegiatan tersebut, Danrem, para Kasi, Pasi Korem, prajurit dan PNS serta perwakilan Disjan.

Penulis : Arf
Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks