Empat Pelaku Pengeroyokan Anggota Pesilat Kera Sakti di Blora Diamankan Polisi

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Empat orang pelaku pengeroyokan anak di bawah umur yang terjadi di Jalan Reksodiputro Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan/Kabupaten Blora berhasil diamankan polisi. Keempat pelaku yang berasal dari wilayah Jawa Timur terancam hukuman berat. Sedang korban berinisial SP merupakan siswa kelas XI SMA Negeri Blora.

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Supriyono menjelaskan, pada Sabtu 8 Oktober sekira pukul 14.00 WIB ada kegiatan wisuda pengesahan Pagar Nusa di gedung NU Blora. Selesai kegiatan tersebut, peserta melakukan konvoi. Sesampainya di TKP (Jl.Reksodiputro), mereka melihat korban menggunakan kaos bertuliskan perguruan Kera Sakti, sehingga tanpa sebab apapun langsung dikeroyok 4 orang pelaku.

AKP Supriyono mengatakan bahwa pelaku rata – rata berasal dari wilayah Jawa Timur yakni Bojonegoro 3 orang dan 1 orang dari Kabupaten Nganjuk.

“Ada 4 tersangka yang berhasil kita amankan, yakni IS alias Nya, ARA, AKR dan yang keempat adalah MZ alias Brar,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Blora, Selasa (18/10).

Dari keempat pelaku, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti satu HP dan celana milik korban, jaket warna hitam, slayer, celana panjang warna merah, sepatu warna hitam, satu helm, satu bendera warna hitam.

Para tersangka dijerat pasal 76c jo pasal 80 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau 170 KUHP, ancaman hukuman pasal 76c jo pasal 80 adalah 5 tahun. Sedangkan pasal 170 ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.

“Jika terjadi luka berat, ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” tegas Kasatreskrim.

Pihaknya menyampaikan, korban yang dikeroyok 4 tersangka mengakibatkan luka berat, hampir sekujur tubuh korban menderita luka – luka.

“Satreskrim butuh waktu 2 hari untuk memburu keempat tersangka tersebut,” ujar AKP Supriyono.

Untuk diketahui, keempat tersangka ditahan di Mapolres Blora untuk menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Blora. Sementara, dari hasil penyelidikan keempat tersangka bukan anggota salah satu perguruan silat di Blora (bukan dari perguruan silat wilayah Jawa Tengah), oleh karena keempat pelaku tersebut tidak bisa menunjukkan kartu anggota (tidak ada KTA). (*)

Editor : Jay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *