Satgas Saber Pungli Blora Ke Desa Sumberejo, Kades Sampaikan Permohonan Maaf

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Pungli) yang dibentuk Bupati Blora, Arief Rohman beberapa hari lalu, menyelenggarakan sosialisasi dan pembinaan dilanjutkan menyerahkan surat teguran serta menyaksikan permohonan maaf sejumlah Kepala Desa atas dugaan pungli terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM maupun BLT Dana Desa.

Wakil Ketua 1 Unit Saber Pungli Blora Free Bayu Alamanda mengatakan, pihaknya juga menyerahkan surat teguran tertulis dari Bupati Blora kepada empat desa. Sanksi ini dilakukan untuk memberikan efek jera dan pembinaan bagi kepala desa se-Kabupaten Blora dari Pemkab Blora.

Adapun keempat desa tersebut, yakni Desa Keser Kecamatan Tunjungan, Desa Ngampon Kecamatan Jepon, Desa Sumurboto Kecamatan Jepon dan Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung.

“Ini desa yang keempat. Selain surat teguran tertulis dari Pak Bupati, hari ini juga dilaksanakan permintaan maaf di depan publik. Harapan kami, semoga ini yang terakhir, tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti itu terulang kembali di desa lainnya,” ucapnya, Selasa (04/10).

Dalam surat teguran tersebut, tambah Bayu, inti dari isinya adalah tidak boleh atau dilarang keras kejadian seperti kemarin sehingga menjadi viral, dengan dalih apapun.

“Setelah menyampaikan permohonan maaf, keempat kades tersebut membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi. Pencegahan yang diutamakan. Sebelum terjadi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelasnya.

Selanjutnya, di hadapan keluarga penerima manfaat (KPM) dan tamu undangan, Kepala Desa Sumberejo Kusnan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi.

“Kita berkumpul di Balai Desa Sumberejo ini dalam acara menindaklanjuti kegiatan yang sangat viral sekali di medsos kaitannya dengan BLT BBM,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat kelalaian sehingga viral sampai luar negeri. Ia pun berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Bukan nasional saja, karena sampai luar negeri tahu semua. Saya mohon bapak ibu sekalian, khususnya perangkat mengerti betul apa yang disampaikan oleh Inspektorat. Mudah-mudahan ke depan Desa Sumberejo betul-betul mengerti, karena ini bisa dikatakan kelalaian. Saya juga lalai, padahal juga sering diingatkan ternyata bapak Kadus memerintahkan surat kepada istrinya, tidak apa-apa. Yang penting setelah ini, mudah-mudahan kegiatan-kegiatan yang seperti ini harus dihentikan. Secara umum, saya sebagai Kepala Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora mohon maaf atas kejadian yang ada di Desa Sumberejo. Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan yang negatif berakhir untuk hari ini,” tandasnya.

Hadir pada acara tersebut di antaranya Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih, perwakilan Dinas PMD, Forkopimcam Randublatung, Perangkat Desa dan BPD Sumberejo serta perwakilan warga setempat. (*)

Editor : Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyalakan Notifikasi    OK No thanks