Sosialisasi dan Kampanye TBC, Edy Wuryanto Ajak Masyarakat Blora Hati-hati Konsumsi Makanan

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto menggelar sosialisasi dan kampanye program TBC, bertempat di Balai Desa Kadengan Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Sabtu, (28/10/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Edy Wuryanto mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati – hati dalam mengonsumsi makanan – makanan yang ditambahkan dengan bahan berbahaya seperti boraks, formalin dan pewarna tekstil.

“Selain hati-hati dalam memilih makanan, kami imbau agar masyarakat secara rutin mengecek kesehatan minimal 6 bulan sekali ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lainnya,” ucap Edy wur sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Edy wur juga mengingatkan agar masyarakat sadar untuk vaksin karena saat ini banyak bermunculan virus varian baru.

“Tubuh seseorang yang telah disuntikkan vaksin, akan merangsang antibodi untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan tersebut. Dengan demikian, tubuh menggunakan virus dan mengurang risiko terpapar,” ujarnya.

Selain itu, Edy juga menambahkan pentingnya mempunyai kartu BPJS karena ada banyak manfaat BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Selain menjamin biaya kesehatan keluarga jika sakit, program wajib dari pemerintah ini juga menawarkan premi yang relatif jauh lebih murah dari asuransi swasta pada umumnya.

“Oleh sebab itu, akan sangat disayangkan jika tidak mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan. Apalagi melihat biaya rumah sakit yang semakin meningkat dari tahun ke tahun,” tandasnya.

Sementara itu Dinas kesehatan Blora, Joko Budi Heri Santoso menyampaikan, Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, namun tidak jarang pula bakteri dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain paru-paru perlu dibedakan dengan TBC biasa.

Pihaknya menjelaskan, kuman penyebab TBC bisa menular ketika penderita batuk, bersin, bicara, atau bernyanyi.

“Penyakit menular ini termasuk penyakit airborne atau bisa menular lewat udara. Orang lain yang tidak sengaja menghirup bakteri aerosol ini bisa terinfeksi,” jelas Heri.

Perlu diketahui, TBC tidak menular lewat salaman atau jabat tangan, berbagi makanan atau minuman, menyentuh seprai, kursi, atau bekas meja penderita, berbagi sikat gigi, berciuman. Beberapa orang yang terinfeksi TBC tapi tidak menunjukkan gejala karena tubuhnya bisa mencegah pertumbuhan organisme TBC disebut memiliki TBC laten.

Selama penderita TBC laten bisa mengontrol bakteri penyebab penyakit berkembang biak, penderita tidak dapat menularkan penyakitnya. Namun, ketika penderita TBC laten tidak mampu lagi menekan pertumbuhan bakteri penyebab TBC di tubuhnya, seseorang dapat menularkan penyakitnya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat bertahan selama beberapa saat di tubuh orang yang sudah meninggal.

“Pengobatan TB paru dilaksanakan 6 bulan atau lebih dan dilindungi oleh PMO (Pengawas Minum Obat), keberhasilan pengobatan TB ditentukan dengan pemeriksaan dahak. Oleh karena itu diperlukan pengeluaran dahak yang benar, yaitu dengan lari-lari kecil, minum teh manis hangat, dan berjemur,” terang Heri.

Hadir dalam kegiatan tersebut,Bibi Hastuti Anggota DPRD Blora fraksi PDI perjuangan, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Alvian, Dinas Kesehatan Blora, Joko Budi Heri Santoso, Forkopimcam Randublatung, Kepala Desa Kadengan Munawar, dan lapisan masyarakat desa setempat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *